News Ticker

Setelah Kalah Telak di Suriah, AS Gunakan Media Untuk Menyerang Rusia

14 Februari 2016,

WASHINGTON, ARRAHMAHNEWS.COM – Keberhasilan kampanye udara Rusia yang sedang berlangsung di Suriah telah mendorong Washington untuk memulai perang informasi melawan Moskow.

Sementara Moskow mengusulkan kepada semua pihak yang bertikai di Suriah, untuk melakukan gencatan senjata yang dimulai pada tanggal 1 Maret. AS terus bersikeras menghentian segera permusuhan, dan mengklaim bahwa Moskow sengaja mengulur-ulur waktu untuk memungkinkan tentara Suriah membebaskan kota-kota yang sedang berlangsung, kantor berita Sputnik melaporkan. (Baca juga: PM Al-Halaqi: Media Nasional Berperan Penting Ungkap Fakta Suriah)

Pada tanggal 10 Februari pesawat tempur AS melakukan serangan udara di kota Aleppo, dengan Washington segera menyalahkan Rusia atas pemboman itu.

Menurut Araik Stepanyan, sekretaris eksekutif Presidium Akademi Masalah Geopolitik, mengatakan bahwa AS terpukul melihat keberhasilan kampanye udara Rusia di Suriah, hingga memaksa AS melakukan perang informasi.

“Kita perlu memahami bahwa perang informasi telah dinyatakan melawan Rusia, sehingga laporan tersebut tidak harus datang sebagai kejutan,” kata Stepanyan kepada Radio Sputnik. (Baca juga: Legislator Rusia; Dewan Keamanan PBB Alat Propaganda AS)

Stepanyan menambahkan bahwa AS harus meresor strategi kampanye mereka di Suriah, karena sejauh ini mereka telah gagal. Dia juga menyebutkan insiden baru-baru ini, ketika TV Channel 2 Perancis memperlihatkan gambar serangan udara Rusia di Suriah sebagai karya koalisi internasional yang dipimpin AS, dan berkomentar bahwa ternyata AS sekarang dapat mengklaim keberhasilan Rusia. (Baca juga: Media Barat Akui Koalisi Pimpinan AS Gunakan Rekaman Serangan Udara Rusia)

“Ini semua elemen peperangan hybrid, komponen integral – dan perang psikologis,” pungkasnya.

Sementara itu, Presiden AS Barack Obama berusaha meningkatkan anggaran dari Dewan Gubernur Penyiaran, agen federal AS yang bertanggung jawab atas Voice of America dan Radio Liberty/Radio Free Europe, meminta peningkatan anggaran yang cukup besar. Jika anggaran baru yang diusulkan untuk tahun fiskal 2017 disetujui, maka departemen ini akan menerima hampir $ 778.000.000 – jumlah sangat esar, terutama dibandingkan dengan anggaran media asing Rusia.

Misalnya, MIA Rossiya Segodnya, perusahaan induk dari kantor berita Sputnik, beroperasi dengan anggaran sebesar $ 75 juta, termasuk kedua media dalam dan luar negeri – 10 kali lebih kecil dari BBG. (ARN)

About ArrahmahNews (12505 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: