News Ticker

Paris Desak Turki Untuk Menghentikan Pemboman di Wilayah Kurdi-Suriah

15 Februari 2016,

PARIS, ARRAHMAHNEWS.COM – Kementerian luar negeri Perancis meminta Turki untuk menghentikan pemboman di daerah yang dikuasai Kurdi di utara Suriah, dan mengatakan bahwa serangan itu akan semakin memperburuk situasi di negara yang sedang dilanda perang.

“Prancis khawatir situasi di wilayah Aleppo dan utara Suriah akan semakin memburuk. Kami menyerukan penghentian semua pemboman terhadap penduduk Suriah, dan sekutunya di seluruh wilayah dari orang-orang Kurdi”, Presstv mengutip pernyataan Kementerian Luar Negeri Perancis pada Minggu (14/02). (Baca juga: Turki Bombardir Kurdi Suriah di Aleppo)

Pernyataan itu juga mengatakan bahwa prioritas adalah memerangi teroris ISIS di Suriah serta pelaksanaan perjanjian yang dicapai oleh Kelompok Internasional Support Suriah (ISSG) di Munich pada Jumat (12/02).

Menurut kantor berita Turki Anadolu, tentara Turki menyerang sasaran PYD sekitar kota A’zaz, dengan menggunakan howitzer yang ditempatkan di perbatasan Turki-Suriah, pemboman serupa berlanjut pada hari Sabtu dan Minggu kemarin.

Sementara pemerintah Suriah secara resmi telah mengadukan Turki atas pelanggaran kedaulatan kepada DK PBB, dan mengatakan bahwa serangan Turki untuk mencegah kemajuan pasukan Suriah di Perbatasan atau “dukungan langsung Turki kepada kelompok-kelompok teroris”.

Pada hari Sabtu, juru bicara Departemen Luar Negeri AS John Kirby meminta Turki untuk menghentikan serangan militer terhadap para pejuang PYD, dan mengatakan Washington sangat “prihatin dengan situasi di utara Aleppo yang dapat meningkatkan ketegangan”, Reuters malaporkan. (Baca juga: Saudi-Turki Bersekongkol Menginvansi Suriah Dengan Dalih Memerangi ISIS)

“Kami juga telah melihat laporan dari tembakan artileri dari perbatasan Turki dan mendesak Turki untuk menghentikan serangan artileri tersebut”, tambahnya.

Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu setelah serangan pada hari Sabtu mengatakan bahwa Ankara “akan membalas setiap langkah yang diambil oleh YPG”.

“YPG akan segera menarik diri dari A’zaz dan daerah sekitarnya serta tidak akan mendekat lagi”, kata Davutoglu, dan menambahkan bahwa Turki “bisa mengambil langkah-langkah yang diperlukan di Suriah, seperti yang kami lakukan di Irak dan Qandil”, mengacu pada pemboman Turki pada PKK di pegunungan Qandil tahun lalu.

Sementara itu, pemerintah Suriah mengutuk komentar Davutoglu sebagai “campur tangan terang-terangan” dalam urusan Suriah. (ARN)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: