News Ticker

Putin Tolak “Standar Ganda” Dalam Pembicaraan Telepon Dengan Obama

15 Februari 2016,

MOSKOW, ARRAHMAHNEWS.COM – Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS, Barack Obama membahas krisis Suriah dalam panggilan telepon pada Minggu (14/02). Dalam pembicaraan itu, Vladimir Putin menekankan pentingnya menjalin kerjasama yang lebih baik antara kementerian pertahanan kedua negara dalam memerangi terorisme.

Dalam percakapan telepon Putin juga mengatakan bahwa penting menciptakan serangan terpadu anti-terorisme, dan menolak “standar ganda”, kata layanan pers Kremlin dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu (14/02). (Baca juga: Rusia-Amerika Setujui Kerjasama Berantas Terorisme Suriah, Tanpa Bicarakan Saudi)

“Secara khusus, Presiden Rusia menyatakan kebutuhannya untuk menjalin hubungan dekat antara Kementerian Pertahanan Rusia dan Departemen Pertahanan AS, yang akan memungkinkan memerangi ISIS dan organisasi teroris lainnya dalam mode yang lebih efektif dan lebih baik serta terencana,” RT mengutip pernyataan itu.

Kedua Presiden memberi penilaian positif pada Kelompok International Support Suriah (ISSG) pada pertemuan di Munich pekan ini, yang direncanakan dapat mengakhiri permusuhan di Suriah dan memulai proses politik nyata di sana.

Kedua pemimpin juga menekankan “pentingnya reaksi cepat untuk menerapkan akses kemanusiaan ke daerah-daerah yang terkepung di Suriah dan memulai penghentian permusuhan”, kata pernyataan Gedung Putih, dan menambahkan bahwa mereka “sepakat Amerika Serikat dan Rusia akan tetap dalam komunikasi dari pekerjaan penting ISSG”. (Baca juga: Rusia Sebut Saudi Picu “Perang Dunia Baru”)

Barack Obama juga mengatakan bahwa Rusia harus memainkan “peran yang konstruktif dengan menghentikan kampanye udara terhadap pasukan oposisi moderat di Suriah”.

Para pejabat Rusia telah berulang kali menekankan bahwa kampanye udara negara itu hanya ditujukan terhadap ISIS dan kelompok-kelompok teroris lain, termasuk Jabha Nusra serta organisasi-organisasi yang afiliasinya telah diakui sebagai teroris oleh Dewan Keamanan PBB, dan tidak menargetkan oposisi moderat. (Baca juga: Koalisi AS-Rusia Perebutkan Benteng Terakhir ISIS di Raqqa)

Kedua Presiden juga membahas situasi di Ukraina. Putin menyatakan harapan bahwa pihak berwenang Kiev akan mulai mengambil langkah-langkah konkret yang ditujukan untuk memenuhi komitmen mereka di bawah Accords Minsk, termasuk membangun dialog langsung dengan wilayah Donbass dan melaksanakan reformasi konstitusi.

“Percakapan antara Putin dan Obama dilakukan secara terang-terangan ​​dan konstruktif,” kata Kremlin. (ARN)

About ArrahmahNews (12490 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: