News Ticker

Ramalan Al-Kitab Tentang “Perang Besar” di Suriah

15 Februari 2016,

DAMASKUS, ARRAHMAHNEWS.COM – Rusia memperingatkan “perang dunia baru” dimulai di Suriah pada hari Kamis (12/02) setelah secara dramatis negara-negara Teluk mengancam akan mengirimkan pasukan darat ke Suriah.

“Beban Damaskus. Sesungguhnya Damaskus diambil menjadi sebuah kota, dan akan menjadi tumpukan yang sangat menghancurkan”, Yesaya 17:. 2 (KJV). (Baca juga: Perang Suriah Bongkar Strategi Zionis-Amerika Hancurkan Islam dan Musuhnya)

Dalam Alkitab, jauh terjadi di dalam dan sekitar bangsa Suriah, baik secara historis dan profetis. Dalam King James, Suriah disebutkan 75 kali dalam 71 ayat dan ibu kota Damaskus disebutkan 60 kali dalam 5 ayat. Pada tahun 2016, mata seluruh dunia akan sekali lagi terfokus pada Suriah.

Independent Pengiriman Pasukan Darat Arab Saudi ke Suriah.

Arab Saudi kemarin mengumumkan bahwa keputusan mereka untuk mengirim pasukan ke Suriah adalah keputusan akhir” dan tidak dapat diubah.” Juru bicara militer Saudi juga mengatakan bahwa Aliansi Militer Islam akan berlaku dalam waktu dua bulan. (Baca juga: IN MEMORIAM, Serena Shim, Wartawan Pemberani Yang Ungkap Perang Kotor AS, Turki, ISIS di Suriah)

Sementara, Rusia mengeluarkan peringatan keras dari konsekuensi pengerahan pasukan darat ke Suriah.

Amerika Serikat dan mitra Arab kami harus berpikir dengan baik? Yang mereka inginkan adalah perang permanen“, Perdana Menteri, Dmitry Medvedev mengatakan kepada koran Handelsblatt Jerman dalam sebuah wawancara yang akan diterbitkan pada hari Jumat, tapi dirilis pada Kamis malam.

Rusia: Jika Saudi pindahkan pasukan ke Suriah, maknanya “deklarasi perang”.

“Ini akan menjadi mustahil untuk memenangkan perang tersebut dengan cepat, terutama di dunia Arab, di mana semua orang melawan semua orang”, Kepala komite Duma Negara, Pavel Krasheninnikov mengatakan pada Russia Today.

Dia juga menambahkan “Semua pihak harus dipaksa untuk duduk di meja perundingan bukannya memulai perang dunia baru”.

Sementara, Rusia akan memiliki pilihan selain menggunakan senjata nuklir untuk membela Suriah setelah invasi darat dimulai. Dalam waktu 18 hari mendatang 350.000 tentara, 20.000 tank, 2.450 pesawat militer dan 460 Helikopter dari 25 negara akan melakukan manuver bersama di bagian utara Arab Saudi. (Baca juga: Obama; Kehadiran Pasukan AS Bukan Untuk Perangi ISIS di Suriah)

Di sisi lain, Suriah telah memperingatkan “setiap agresor yang memasuki negaranya akan pulang dalam peti mati kayu”, kata Waled Muallim, Menteri Luar Negeri Suriah.

Rusia juga mengatakan setiap negara yang pengirim pasukan darat ke Suriah tanpa izin dari pemerintah Damaskus dan mandat PBB akan dianggap “deklarasi perang”.

Media Saudi mengatakan 350.000 pasukan dari negara-negara Arab Teluk Persia dan sejumlah negara lain akan mengambil bagian dalam manuver militer Saudi di daerah Ḩafar al-Batin di utara Arab Saudi, Al-Arabiyah melaporkan.

Selain pengerahan pasukan besar, 2.540 pesawat tempur, 20.000 tank dan 460 helikopter juga akan berpartisipasi dalam “latihan” yang dijuluki “Guntur Utara”, sumber yang sama menyebutkan.

“Latihan” dijadwalkan berlangsung 18 hari, di mana wilayah udara di bagian utara Arab Saudi akan ditutup. (ARN)

About ArrahmahNews (12505 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: