News Ticker

Turki dan Arab Saudi Beresiko Perang Habis-Habisan Dengan Menginvansi Suriah

“Tidak akan ada perdamaian di Suriah”

15 Februari 2016,

DAMASKUS, ARRAHMAHNEWS.COM – Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir kemarin mengumumkan bahwa bagi AS penghapusan Bashar Assad sangat “penting”, dan menambahkan (tanpa rasa malu) bahwa pemimpin Suriah adalah “satu magnet paling efektif untuk ekstremis dan teroris di wilayah ini”.

Ini bukan pernyataan nakal yang dibuat oleh pemerintah murtad seperti Arab Saudi. Tapi ini adalah kebijakan yang telah disetujui dan kemungkinan besar didikte oleh Amerika Serikat. Dan sekarang Saudi telah memarkir jet tempur F-15s mereka di pangkalan udara Incirlik, Turki untuk digunakan oleh militer AS dalam menyerang sasaran di wilayah Suriah. (Baca juga: Intervensi Saudi Merubah Peta Perang di Suriah)

Twitter-Mohammed-Bin-Khalid

Sementara itu, Turki secara terbuka mengakui bahwa mereka bekerja sama dengan Arab Saudi dalam rencana serangan gabungan. Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu dengan jelas mengatakan;

Jika kita memiliki strategi tersebut, maka Turki dan Arab Saudi akan melancarkan operasi darat,” tegasnya. Tentu hal ini, akan memicu kekhawatiran bahwa pasukan invasi asing akan segera memperumit situasi yang sudah bergejolak di negara yang sedang dilanda perang“.

Sebelumnya, Arab Saudi, Bahrain dan UEA menyuarakan kesiapan mereka dalam berkontribusi pasukan untuk melakukan operasi darat di Suriah, jika AS akan memimpin intervensi. Sementara Damaskus dan gerakan Hizbullah, Iran dan Rusia memperingatkan bahwa kekuatan asing yang dikerahkan ke Suriah akan menghadapi resistansi kuat. (Baca juga: AS Gunakan Tentara Saudi Untuk Perang Proxy Di Suriah

)

Tentu saja, baik Turki dan Arab Saudi bersikeras bahwa serangan mereka akan ditujukan pada ISIS – mungkin salah satu yang paling sinis, klaim menggelikan yang terus dikemukakan sejak awal konflik Suriah.

Pengamat Timur Tengah, Slavoj Žižek berpendapat bahwa “yang disebut ‘perang melawan teror’ telah menjadi bentrokan dalam setiap peradaban, di mana setiap sisi berpura-pura melawan ISIS (teroris) untuk memukul musuh sejati”. (Baca juga: IN MEMORIAM, Serena Shim, Wartawan Pemberani Yang Ungkap Perang Kotor AS, Turki, ISIS di Suriah)

AS kemungkinan akan menghindari keterlibatan langsung, tapi Washington sudah bekerja keras di belakang layar. Apalagi dengan banyak jalur pasokan senjata dan logistik CIA, yang menyuplai untuk militan yang disebut “moderat” atau pemberontak bersenjata. Tentu AS tidak akan tinggal diam, dan tidak akan ceroboh seperti yang dilakukan Turki dan Arab Saudi yang menghumbar nafsunya untuk menyerang Suriah.

Dengan berlalu hari, kemungkinan konfrontasi militer langsung antara Rusia dan Amerika Serikat (atau setidaknya sekutu-sekutunya) akan sangat mungkin terjadi. (Baca juga: Kesaksian Putra Ulama Al-Buthi, Tidak Ada Perang Sektarian (Sunnah-Syiah) di Suriah)

Pertama-tama  mungkin insiden penembakan F-15 oleh jet Suriah atau Rusia (atau sistem anti-udara seperti S-400) terjadi, maka ini bisa menandai awal perang habis-habisan. Dan mungkin “Perang Besar” ini yang diinginkan AS dan kroni-kroninya untuk merubah Timur Tengah baru. (ARN/Russia Insider)

About ArrahmahNews (12476 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on Turki dan Arab Saudi Beresiko Perang Habis-Habisan Dengan Menginvansi Suriah

  1. GrandiosoHameed // Feb 15, 2016 at 4:23 pm // Balas

    Akhirnya penantian lama makin mendekati wujidnya, yaitu bertemunya pasukan AS dg sekutunya dan pasukan RUssia dg sekutunya pula. Ini pertanda Akhir zaman segera tiba.
    Hikmahnya bagi negara kita adalah bertobat dari berbagai kesalahan dan yg korupsi tobatnya dg menyesali perbuatannya, tidak mengulangi lagi, dan KEMBALIKAN uang hasil korupsi. Semoga kedamaian dan kesejahteraan meliputi negeri ini.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: