Financial Times: Rusia Hancurkan Mimpi Perubahan Rezim di Timur Tengah

16 Februari 2016,

WASHINGTON, ARRAHMAHNEWS.COM – Amerika Serikat belum lolos dengan “musim semi Arab” di Suriah, karena Rusia telah menunjukkan dengan jelas bahwa Amerika Serikat itu tidak akan mampu menggulingkan seorang pemimpin yang menolak untuk bertindak atas perintah mereka, Ft (12/02) menuliskan.

Pasukan pemerintah Suriah yang didukung oleh serangan udara Rusia membuat terobosan besar di Aleppo, dan sekarang sudah aman untuk mengatakan bahwa Moskow memiliki semua kesempatan untuk membalikkan jalannya konflik, catat koran Financial Times. (Baca juga: Venezuela Tegaskan Dukungan Untuk Assad dan Rakyat Suriah)

Jika kekuatan Assad mengambil Aleppo, maka Moskow dalam pembicaraan gencatan senjata pada hari Jumat di Munich, akan dapat memainkan kartu mereka yang paling kuat.

Mengakhiri salah satu dari konflik paling berdarah dalam beberapa tahun terakhir, Rusia akan dapat menempatkan penyelesaian krisis Suriah sebagai kemenangan kebijakan luar negeri utama negaranya. Pertama, pada bulan September, ketika Rusia mulai beroperasi airforce di Suriah, mempecundangi Amerika Serikat sebagai negara dengan pengaruh signifikan di Timur Tengah. (Baca juga: Bashar Assad: Rakyat dan Pemerintah Suriah Bukan Budak Barat)

Juga, dengan aktif berpartisipasi dalam acara di kancah internasional, Moskow merebut kembali inisiatif strategis, yang hilang dari Barat pada tahun-tahun pertama setelah berakhirnya perang dingin, dan memaksa AS untuk mengakui bahwa masalah-masalah global, termasuk perang melawan terorisme, tidak dapat diselesaikan tanpa Rusia, kata penulis artikel. (Baca juga: INILAH 3 Fakta Konflik Suriah)

Mungkin, selain melawan jihadis dari “ISIS”, Moskow memiliki tujuan sendiri di wilayah, yang dikritik oleh para pemimpin Barat. Namun, perlu dicatat bahwa dalam mencegah penghapusan Bashar Assad dari kekuasaan, Rusia telah mengakhiri strategi Amerika yang sudah berjalan lama yang ditujukan untuk menggulingkan rezim yang tidak diinginkan dan menunjukkan bahwa Washington tidak akan lagi dapat menyingkirkan setiap pemimpin dari negara mana pun, seperti yang mereka lakukan pada Muammar Gaddafi pada tahun 2011,  Ben Ali di Tunisia dan Mursi di Mesir, Financial Times menyimpulkan. (ARN)

About ArrahmahNews (12465 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Analis: Tujuan AS soal Perubahan Rezim di Suriah Tidak Realistis | ISLAM NKRI
  2. Analis: Tidak Realistis, AS Bersikeras Soal Perubahan Rezim di Suriah ! | ISLAM NKRI

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: