News Ticker

Kebusukan Rezim Bahrain Terus Lakukan Pelanggaran HAM Berat

16 Februari 2016

BERLIN, ARRAHMAHNEWS.COM – Para aktivis hak asasi manusia menyatakan keprihatinan mereka atas situasi HAM yang memburuk di Bahrain.Hal ini dibahas dalam sebuah pertemuan aktivis HAM di Berlin sebagai peringatan kelima tahun kebangkitan rakyat Bahrain semenjak tahun 2011.

Bahrain Center For Human Rights pada Senin (15/02) mengatakan bahwa dalam pertemuan yang diadakan di Berlin tersebut, Pusat Hak Asasi Manusia Bahrain (BCHR) dan kelompok hak asasi manusia lainnya membahas isu-isu terkait yang terjadi di Bahrain, meliputi tidak adanya demokrasi, peningkatan frekuensi dan tingkat pelanggaran, penolakan mekanisme yang ditentukan oleh undang-undang hak asasi manusia internasional, tidak adanya peradilan yang independen dan beberapa pelanggaran HAM lainnya. (Baca juga:HRW; Bahrain Terus Lakukan Penyiksaan Kejam Terhadap Para Tahanan Politiknya)

panel HAM Bahrain di Berlin

Wakil Presiden BCHR, Almahafdha, menyoroti masalah pelanggaran HAM terhadap anak-anak di Bahrain, ia menyatakan bahwa korban termuda adalah Yahya Yousif Ahmed, berusia 45 hari, yang meninggal pada 5 Maret 2012. Almahafdha mengumumkan bahwa BCHR telah mendokumentasikan 237 kasus penangkapan sewenang-wenang yang terjadi terhadap anak di bawah umur 18 hanya untuk tahun 2015 saja. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak memberikan anak-anak perlakuan khusus, dan sampai hari ini BCHR terus menerima informasi penangkapan sewenang-wenang dan penyiksaan anak di bawah umur. (Baca juga:Raja Bahrain Rayakan Hari Raya Yahudi Bersama Tokoh-Tokoh Zionis

)

Para aktivis HAM peserta pertemuan itu mendesak rezim Bahrain untuk membebaskan semua tahanan politik, menghentikan penyiksaan serta membuka akses bagi Pelapor Khusus PBB dengan segera. Mereka juga menyerukan rezim Manama untuk mencabut semua undang-undang dan menarik semua keputusan yang telah mengakibatkan pencabutan kewarganegaraan beberapa warga Bahrain, dan meminta kerajaan itu melaksanakan sistem pengadilan yang adil.

Pertemuan itu juga mendesak perusahaan software Jerman untuk menghentikan penjualan teknologi pengawasan kepada pemerintah Bahrain karena hal itu telah digunakan dalam pelanggaran hak asasi manusia. (Baca juga:Aktifis HAM Bahrain Dijatuhi Hukuman Satu Tahun Penjara Karena Merobek Foto Raja)

Sejak 14 Februari 2011, banyak pengunjuk rasa yang menentang rezim brutal Bahrain telah mengadakan berbagai aksi unjuk rasa damai di jalan-jalan pulau kerajaan itu, mereka menuntut hak asasi manusia yang telah secara sepihak dicabut dari mereka. Para demonstran terus menuntut keluarga al-Khalifa untuk melepaskan kekuasaan.

Sebagai tanggapan, rezim Bahrain menanggapi para pengunjuk rasa damai itu dengan tindakan sangat keras, menewaskan puluhan orang, melukai dan menangkap banyak lagi. Rezim juga menyalahgunakan hukum dengan menarik kewarganegaraan dari aktivis oposisi. (ARN)

About ArrahmahNews (12494 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: