News Ticker

Putin Gulung Habis Suluruh Sel Teroris di Aleppo

16 Februari 2016,

DAMASKUS, ARRAHMAHNEWS.COM – “Itu lelucon. Kita tidak bisa berharap lebih dari itu Jika mereka bisa melakukannya – biarkan mereka melakukannya – .. Tapi jika berbicara militer, ini tidak mudah bagi sebuah negara yang sedang menghadapi kekalahan dalam perang lain di Yaman, setelah hampir satu tahun mereka gagal dalam mencapai setiap kemenangan yang nyata”, kata salah satu jenderal dari sumber militer Iran yang mengomentari laporan bahwa Arab Saudi sedang mempersiapkan pengiriman pasukan darat ke Suriah.

Jika Anda tahu mengapa Riyadh dan Ankara sedang mempertimbangkan opsi invansi darat ke Suriah. Sebagai upaya untuk menggulingkan Bashar al-Assad yang dimulai sejak 2011 lalu, namun berlarut hingga sekarang yang telah memasuki tahun kelima. Tentu, mereka mengira bahwa Bashar Assad dan tentara Suriah akan menyerah, dan digantikan dengan oposisi “moderat” yang mereka dukung dan persenjatai selama ini. (Baca juga: Turki dan Arab Saudi Beresiko Perang Habis-Habisan Dengan Menginvansi Suriah)

Ternyata, Assad memang mendapatkan keajaiban setelah Rusia bergabung dalam serangan udara yang dimulai dari Latakia pada 30 September tahun lalu.  Sementara, Gedung Putih memprediksi bahwa Putin akan menemukan dirinya dalam “rawa”. Rusia dan Hizbullah terbukti berhasil menggulung seluruh elemen teroris baik yang disebut dari oposisi moderat atau bukan, dan sedang mempersiapkan diri untuk merebut kembali Aleppo, kota terbesar di Suriah dan pusat komersial utama. Jika itu terjadi, maka pemberontakan berakhir dan tidak ada lagi perundingan.

Peta_Aleppo

Tentu hal ini, akan menjadi bencana bagi pemberontak dan negara-negara yang mendukungnya. Hal ini juga akan memberikan Teheran hak membual dalam perang ideologis pahit dengan Riyadh. Sederhananya, kekalahan itu tidak dapat diterima oleh Saudi dan Turki. Oleh karena itu, mereka begitu ngotot mengerahkan pasukan darat untuk menyelamatkan kelompok-kelompok teroris di Suriah, dengan syarat jika AS memutuskan serangan darat. (Baca juga: Saudi-Turki Bersekongkol Menginvansi Suriah Dengan Dalih Memerangi ISIS

)

Tapi ini bukan Yaman seperti yang dibayangkan Saudi, di mana Rusia dan Iran tidak bisa secara terbuka mendukung Yaman dengan mengirimkan pasukan atau jet tempur. Suriah berbeda dengan Yaman, jika Saudi menembaki pasukan IRGC, Hizbullah atau pasukan Rusia, maka konfrontasi senjata akan terbuka lebar dan ini sebagai episode awal dari Perang Dunia III. (Baca juga: Oposisi Ankara Ungkap Koalisi Turki, Saudi, Qatar, Untuk Selamatkan ISIS dan Jabhat al-Nusra)

“Jika pasukan Arab Saudi memasuki menginvansi Suriah, maka itu bisa memicu perang dunia baru”, kata Medvedev pada hari Kamis lalu, dan menambahkan, “Serangan darat biasanya menyebabkan perang menjadi permanen”. Berikut ini beberapa cuplikan perkataannya;

Amerika dan mitra Arab kami harus berpikir keras tentang hal ini: apakah mereka menginginkan perang permanen?

Apakah mereka benar-benar berpikir bahwa mereka akan memenangkan perang tersebut dengan sangat cepat? Itu tidak mungkin, terutama di dunia Arab. Ada orang yang berjuang melawan semua orang … semuanya jauh lebih rumit. Ini bisa memakan waktu bertahun-tahun atau dekade.

Mengapa itu perlu? Semua pihak harus dipaksa ke meja perundingan bukannya menggores untuk perang dunia baru.

Ya, “semua pihak harus datang ke meja perundingan”. Tentu saja mudah bagi Medvedev mengatakannya. Setelah semua peta perang di Suriah berubah, itu jauh lebih mudah untuk duduk di meja ketika Anda sudah menang dan sedang bernegosiasi dengan posisi yang kuat.

Artinya, tidak akan ada negosiasi dalam beberapa minggu kedepan. Moskow cukup jelas ingin menghancurkan oposisi di Aleppo dan kemudian mendiskusikan dengan beberapa jenis “kesepakatan politik” yang akan mencegah sisa-sisa pemberontak meluncurkan perang baru di Suriah. (Baca juga: Rusia; Intervensi Militer Saudi di Suriah Deklarasi Perang)

Ini akan menjadi kerugian terbesar bagi AS dan sekutu regionalnya seperti Turki, Arab Saudi, Qatar, dan Yordania. Ini juga akan menjadi kerugian besar bagi Amerika Serikat dalam menghadapi Rusia vis-à-vis terkait kebijakan Timur Tengah, dan pengaruhnya.

Lalu, rencana apa lagi yang akan dijalankan Amerika Serikat bersama Zionis dan sekutu Baratnya di Timur Tengah? Tunggu saja tanggal mainnya!. (ARN)

About ArrahmahNews (12500 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: