News Ticker

Rahasia Kemenangan Putin di Suriah

16 Februari 2016,

WASHINGTON, ARRAHMAHNEWS.COM – Roland Lombardi konsultan independen tentang isu-isu Timur Tengah, menjelaskan mengapa Rusia memainkan beberapa kartu truf di Timur Tengah dan kemungkinan meraih kemenangan strategis di kawasan.

Analis politik Dominique Tierney dalam Majalah “The Atlantic” menyatakan ketidak peduliannya atas hasil dari perang Suriah karena situasi tidak akan menjadi baik. Mengomentari artikel tersebut, Lombardi mengatakan pandangan Tierney bias dan tidak memiliki kredibilitas. (Baca juga: 10 ‘Tamparan’ Putin Kepada Turki)

“Dia menggambarkan dunia seperti kebanyakan ‘analis’ dan ‘ahli’ lainnya, tidak memberikan gambaran nyata dari dunia. Pada awal krisis Suriah banyak dari mereka menulis bahwa Moskow akan meninggalkan Bashar Assad dan dia akan menggulingkannya dalam dua minggu. Dan apa yang kita lihat sekarang?”, katanya. (Baca juga: Beruang Rusia Mengamuk di Suriah Hancurkan ‘ISIS’ Jihadis Palsu Berkedok Agama)

Menurut analis, tuduhan memprediksi kegagalan operasi Rusia di Suriah didasarkan pada asumsi palsu dan pernyataan sejarah yang salah.

“Sebagai contoh, membandingkan kampanye udara Rusia di Suriah dengan invansi Soviet di Afghanistan pada tahun 1979, jelas ini tidak masuk akal! Pertama-tama, lingkungan regional dan global telah berubah secara dramatis sejak saat itu. Dalam beberapa tahun terakhir, Angkatan Bersenjata Rusia telah mengalami modernisasi signifikan. Pada tahun 2020, mereka akan kembali dipersenjatai 70% dengan peralatan modern…. Dan operasi di Suriah telah terbukti menunjukkan langkah-langkah yang sangat efektif”, katanya. (Baca juga: DAHSYAT! Resolusi 2016 Putin Hancurkan Illuminati)

Menurut Lombardi, Moskow telah memiliki strategi yang jelas dalam memerangi terorisme di Suriah, termasuk memperkuat posisi Rusia di Timur Tengah. Dia juga mencatat bahwa tidak ada yang bisa memprediksi hasil strategi Vladimir Putin di Suriah.

“Namun, saya tidak berpikir Rusia akan kehilangan di Suriah,” ia menegaskan bahwa sebenarnya kebijakan luar negeri Rusia menikmati dukungan luas di arena internasional.

“Rusia tidak terisolasi. Banyak negara besar seperti India mendukung Rusia di PBB, dan China di Dewan Keamanan PBB. Apa yang terjadi, setelah serangan teroris pada bulan November lalu di Paris, banyak negara-negara Eropa, erutama Prancis, sudah mulai hanyut dari kebijakan beresiko AS di Timur Tengah. Yordania, Irak, Mesir, Iran dan Indonesia mendukung upaya Rusia di Timur Tengah. Bahkan beberapa jenderal Pentagon dan ahli strategi telah menyerukan kerja sama dengan Moskow”, jelas analis. (Baca juga: TERBONGKAR… Upaya Pembunuhan Sang Beruang “Vladimir Putin” oleh Barat)

Lombardi terkait asumsi bahwa operasi Rusia di Suriah tidak akan mengguncang wilayah tersebut, sementara Turki dan Arab Saudi bisa melakukan ini, mengatakan “Tindakan Ankara dan Riyadh bertentangan dengan penyelesaian konflik regional. Tampaknya Turki dan Saudi panik karena strategi regional mereka telah gagal. Mereka mendukung militan dan menghambat proses perdamaian dan dengan demikian melemahkan posisi mereka dalam negosiasi”, kata Lombardi.

Menurut Lombardi, dukungan Rusia terhadap Assad untuk tetap bertahan berasal dari pandangan yang jernih, dan tidak menyalahi kontitusi negara itu. (Baca juga: Ahli Militer; Suriah Diambang Kemenangan, Teroris ISIS dan Koalisinya Diambang Kehancuran)

“Strategi Rusia adalah logis dan konsisten. Ini melindungi kepentingan Rusia dan Eropa juga,” jelasnya.

Satu-satunya resiko mengenai keberhasilan kampanye Rusia di Suriah, munculnya kemungkinan ancaman teroris di Eropa dan Rusia, ahli menambahkan.

“Namun, layanan keamanan Rusia yang terkenal dengan kegiatan yang sistematis dan tanpa kompromi dalam melawan teroris dapat menghilangan semua ketakutan itu”, kata Lombardi. (ARN)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: