News Ticker

Blogger AS Protes Google Atas Saran Berbau SARA

17 Februari 2016,

WASHINGTON DC, ARRAHMAHNEWS.COM – Mesin pencari raksasa AS, Google, telah dipaksa untuk meminta maaf dan mengubah algoritma pencarian, setelah mesin itu terus menunjukkan bahwa mereka yang mengetik informasi positif tentang Muslim yang menolak terorisme, pada kenyataannya, diarahkan untuk mencari koneksi negatif antara keduanya. (Baca juga: Heboh, Pejabat Rusia dilarang Gunakan Google, Yahoo dan WhatsApp)

Saran berbau sara itu pertama kali ditemukan oleh seorang blogger Muslim Amerika, Hind Makki, saat hendak menulis bantahan atas ucapan Hillary Clinton dalam debat utama Demokrat pekan lalu bahwa umat Islam harusnya berada “di garis depan” pertempuran melawan terorisme.

Capture
Makki mengetik ‘Muslim Amerika melaporkan terorisme’ di Google, untuk mencari studi Duke University tahun 2013 yang menunjukkan bahwa Muslim AS sudah menyingkirkan ancaman potensial di jajaran sesama muslim.

Yang mengejutkan, Makki, yang juga mencoba mencari dengan menambahkan foto yang mendokumentasikan seorang wanita sedang sholat di masjid, lagi-lagi ia menemukan saran Google di bawah permintaan nya. (Baca juga: Israel Perintahkan Youtube dan Google Sensor Video Kekejaman Zionis di Palestina

)

“Did you mean: American Muslims support terrorism? (Apakah maksud Anda: Muslim Amerika mendukung terorisme?)” tanya mesin pencari google itu.

Makki kemudian mengulang lagi pencariannya dengan beberapa variasi, namun terus mendapatkan saran yang sama dari mesin pencari tersebut. Hal inilah yang memicunya menuliskan tweet kemarahan di akun twitter. (Baca juga: Pengadilan Amerika Bolehkan Google Tampilkan Kembali Film Pelecehan Nabi Muhammad “Innocence of Muslims”)

Beberapa blogger Media kemudian mengulangi percobaan yang sama dari komputer mereka sendiri, untuk memastikan bahwa Google tidak hanya asal memberi saran pada sejarah pencarian sebelumnya, dan hasil yang diperoleh identik.

“Prediksi Pelengkapan otomatis dihasilkan oleh algoritma tanpa keterlibatan manusia. Algoritma ini didasarkan pada sejumlah faktor objektif, termasuk seberapa sering orang lain telah mencari sebuah kata. Algoritma ini dirancang untuk mencerminkan berbagai info di web. Jadi sama seperti web, istilah pencarian yang Anda lihat mungkin tampak aneh atau mengejutkan,” ungkap perusahaan yang berbasis di California itu membela diri, sebagaimana dilaporkan Russia Today pada Senin (15/02) kemarin.

‘Muslim melaporkan terorisme’ adalah suatu pencarian langka yang bagi mesin pencari itu diasumsikan bahwa Makki sedang mencari sesuatu yang terdengar mirip dengan ‘Muslim mendukung terorisme’ yang mungkin adalah permintaan yang jauh lebih populer.

“Saya pikir itu menggelikan, tapi juga menyedihkan dan sekarang hal itu sudah ditutup. Saya tahu itu bukan kesalahan Google, tapi secara tidak langsung hal ini menunjukkan betapa banyak pencarian online untuk ‘Muslim mendukung terorisme,’ meskipun kenyataan di lapangan adalah kebalikan dari semua itu, “kata Makki dalam emailnya ke media.

Google mendorong penggunanya untuk melaporkan adanya saran ofensif, dan sekarang saran yang ditunjukkan oleh Makki itu telah dihapus, serta mengeluarkan pernyataan permintaan maaf. (ARN)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

2 Comments on Blogger AS Protes Google Atas Saran Berbau SARA

  1. GrandiosoHameed // Feb 17, 2016 at 10:16 am // Balas

    USA = terrorism supporting country, GOOGLE = terrorism supporting industry. They both are not different at all, are they?

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: