News Ticker

Malaysia Bantah Terlibat Latihan Militer Dengan Saudi Untuk Persiapan Invansi Suriah

17 Februari 2016,

KUALA LUMPUR, ARRAHMAHNEWS.COM – Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri Hishammuddin Hussein mengatakan negaranya tidak terlibat dalam “Koalisi Islam” yang diumumkan oleh Arab Saudi dengan tujuan “memerangi terorisme” di kawasan itu pada Selasa (15/12/2015). (Baca juga: The Independent: Koalisi Saudi Hanya Langkah Simbolis)

Menteri Pertahanan Malaysia membuat pernyataan pada Selasa (16/02), dalam mengomentari laporan kantor berita Arab Saudi, SaudiPress Agency (SPA), yang mengatakan pasukan Malaysia berpartisipasi dalam latihan militer yang dipimpin oleh Arab Saudi yang digelar di utara negara itu.

“Saya telah menyatakan dari awal bahwa kami tidak terlibat dalam koalisi anti-teror bentukan Saudi”, katanya, menjawab spekulasi bahwa pasukan Malaysia mungkin berpartisipasi dalam serangan darat di Suriah”, kata Datuk Seri Hishammuddin Hussein.

“Latihan militer tidak berarti kita terlibat langsung dalam operasi. Selain itu, saya tidak akan membiarkan hal itu terjadi… atas laporan yang dipublikasikan oleh (SPA), saya belum melihat sejauh mana keterlibatan dalam pelatihan”, kata menteri pertahanan Malaysia.

Hussein juga mengatakan bahwa Kementerian Pertahanan akan mencari klarifikasi dari angkatan bersenjata Malaysia tentang tingkat keterlibatan dalam latihan militer, yang dijuluki “Guntur dari Utara”. (Baca juga: Mujtahid; Latihan Militer Saudi Persiapan Untuk Invansi Suriah)

Dia juga mengatakan Malaysia mendukung perang melawan terorisme dalam doktrin, tetapi tidak secara militer.

Menurut SPA, latihan militer melibatkan partisipasi udara, darat, dan angkatan laut. Selain Arab Saudi lima mitra dari Dewan Kerjasama Teluk [Persia] (GCC-P), Indonesia, Chad, Mesir, Yordania, Maroko, Pakistan, Senegal, dan Tunisia juga mengambil bagian dalam latihan tersebut.

Pada akhir 2015, Arab Saudi mengumumkan pembentukan “Aliansi Islam” anti-terorisme, dan mengklaim 34 negara bersedia bergabung dengan aliansi ini. (Baca juga: Mujtahid Ungkap Rahasia Bin Salman Dalam Pembentukan Aliansi 34 Negara)

Menurut pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Riyadh, di antara negara-negara itu adalah Mesir, Qatar, Uni Emirat Arab, Turki, Malaysia, dan Pakistan telah memutuskan untuk membentuk aliansi yang dipimpin oleh Arab Saudi untuk memerangi terorisme.

Malaysia bukan satu-satunya negara yang menolak klaim resmi Saudi. Pakistan dan Lebanon juga membantah bagian dari “koalisi” seperti yang diklaim oleh Mohammed bin Salman. (Baca juga: Pakistan Tidak Akan Kirim Pasukan Untuk Koalisi “Anti-Teror” Saudi)

Arab Saudi juga berusaha menggalang sejumlah negara dalam agenda kebijakan luar negeri yang agresif yang juga mencakup perang berdarah di Yaman. Perang yang dimulai pada Maret 2015, sejauh ini menewaskan hampir 8.300 warga sipil Yaman, termasuk 2.236 anak-anak, dan melukai lebih dari 16.000 orang lainnya.

Arab Saudi juga berencana untuk campur tangan di Suriah, di mana kelompok-kelompok teroris yang didukungnya dalam keadaan sekarat. Riyadh telah mengusulkan untuk mengirim pasukan darat ke Suriah, jika AS memberikan lampu hijau.

Arab Saudi dan Qatar telah mengirim pesawat tempur ke Lanud Incirlik di Selatan Turki, dan mengklaim langkah itu sejalan dengan kebijakan memerangi militan Takfiri ISIS di Suriah. (ARN)

About ArrahmahNews (12475 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: