News Ticker

Media Saudi Sebut Indonesia Terlibat Latihan Militer di Arab Saudi

17 Februari 2016,

JAKARTA, ARRAHMAHNEWS.COM – Pasukan militer dari 20 negara akan segera tiba di Arab Saudi untuk melakukan parade militer, seperti dilaporkan Saudi Press Agency, hari Minggu kemarin.

Kantor berita tersebut menggambarkan manuver, yang dijuluki “Guntur Utara,” sebagai latihan militer yang paling penting di kawasan itu. Latihan ini melibatkan kekuatan angkatan darat, udara, dan laut. (Baca juga: Denny Siregar: TEGAS.. Menlu Retno dan Indonesia Tolak Gabung Aliansi Arab Spring Kedua)

Latihan tersebut merupakan penampilan terbesar dalam hal jumlah negara yang berpartisipasi serta jumlah persenjataan yang pernah digunakan di Teluk Arab.

Manuver militer ini bermaksud untuk menyoroti bahwa Riyadh dan sekutunya telah bersatu melawan tantangan regional.

Menurut SPA, latihan militer melibatkan partisipasi udara, darat, dan angkatan laut. Selain Arab Saudi lima mitra dari Dewan Kerjasama Teluk (Persia) (GCC-P), Indonesia, Chad, Mesir, Yordania, Maroko, Pakistan, Senegal, dan Tunisia juga mengambil bagian dalam latihan tersebut. (Baca juga: Rencana Besar Khilafah di Indonesia, Waspadalah!)

Manuver militer ini dilakukan oleh Arab Saudi sebagai bentuk partisipasi mereka dalam operasi darat yang bekerjasama dengan sekutu internasional untuk memerangi kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). (Baca juga: Lebanon Geram Namanya Dicatut Saudi Dalam “Aliansi Islam Melawan terorisme”)

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan Indonesia belum mengkonfirmasi terkait pencatutan nama Indoneisa yang dilaporkan oleh SPA ikut serta dalam manuver meliter aliansi Islam di Utara Saudi.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Pandjaitan menjelaskan, koalisi yang digagas Arab Saudi tersebut berbasis militer. Sementara Indonesia tak mengedepankan militer dalam penanganan persoalan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). “Kami belum ingin karena itu aliansi militer,” ujar Luhut di Mabes TNI  Cilangkap, Jakarta, Rabu (16/12/2015). (Baca juga: Aliansi Terorisme Usaha Saudi Menyenangkan Barat)

Luhut menegaskan, sikap pemerintah dalam penanganan kelompok ISIS cukup menggunakan pendekatan agama dan budaya. Misalnya, menyosialisasikan Islam sebagai agama yang cinta damai dan penuh kasih sayang.

“Sikap pemerintah Indonesia kami ingin penanganan ISIS ini dengan soft approach. Yaitu tadi mensosialisasikan Islam yang ramah bukan yang brutal seperti yang dibawa ISIS,” tutup dia. (ARN)

About ArrahmahNews (12505 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: