News Ticker

Erdogan Bersumpah Balas Dendam Atas Ledakan Mematikan di Ankara

18 Februari 2016,

ANKARA, ARRAHMAHNEWS.COM – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah berjanji membalas dendam terhadap mereka yang bertanggung jawab atas ledakan mematikan di Ankara yang merenggut nyawa sedikitnya 28 orang. (Baca juga: Kadyrov: Turki Bantu Wahabi dan Daulah Islamiyah (ISIS) Untuk Hancurkan Islam)

“Kami akan merespon dalam bentuk serangan yang terjadi di dalam dan di luar perbatasan, dan tekad kami semakin kuat setelah serangan mematikan ini”, kata Erdogan dalam pernyataan yang dikeluarkan setelah ledakan pada hari Rabu, Reuters melaporkan.

Dia menambahkan bahwa negaranya tidak akan “menghindar dari menggunakan haknya untuk membela diri” ketika dalam bahaya.

“Kami akan melanjutkan perjuangan kami melawan pion yang melakukan serangan tersebut, yang tidak mengenal batas moral atau kemanusiaan, dan kekuatan di belakang mereka”, tambahnya.

Erdogan juga membatalkan jadwal kunjungan ke Azerbaijan ibukota Baku, menyusul serangan mematikan ibukota Turki yang menewaskan 28 orang dan melukai 61 orang lainnya. (Baca juga: Menlu Rusia Beberkan Pertemuan Rahasia Turki Dengan Teroris ISIS)

KTT Uni Eropa yang dijadwalkan pada Kamis (18/02) di Brussels yang akan membahas krisis pengungsi antara Turki dan 11 negara Uni Eropa juga dibatalkan setelah Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu membatalkan rencana kunjungan ke Brussels, Anadolu melaporkan.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengutuk serangan bom mematikan itu, dan menyatakan, bahwa “negaranya ada bersama Turki dalam melawan terorisme dan tindakan-tindakan tidak manusiawi seperti ini”.

Saya mengatakan kepada orang-orang Turki, “kita sebagai orang Jerman berbagi rasa sakit dengan Anda (rakyat Turki),” katanya.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg juga mengeluarkan pernyataan belasungkawa kepada keluarga para korban bom mobil.

Dia mencatat bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dan bahwa “sekutu NATO berdiri bahu-membahu dalam memerangi terorisme.” (Baca juga: Anonymous Ancam Turki, Jika Tak Berhenti Dukung ISIS)

AS juga mengutuk keras serangan bom mobil di ibukota Ankara, dan menegaskan kembali solidaritas dengan Turki. “Kami menegaskan kembali kemitraan kami yang kuat dengan sekutu kami Turki dalam memerangi ancaman bersama serangan terorisme,” kata juru bicara Wakil Departemen Luar Negeri Mark Toner.

Sejauh ini tidak ada organisasi yang mengaku bertanggung jawab atas serangan yang terjadi di dekat kompleks militer. (ARN)

About ArrahmahNews (12484 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: