News Ticker

Zona Larangan Terbang Angin Surga Bagi Teroris Takfiri

18 Februari 2016,

NEW YORK, ARRAHMAHNEWS.COM – Seorang diplomat senior Rusia menolak proposal Kanselir Jerman Angela Merkel untuk pembentukan zona larangan terbang di atas Suriah, kantor berita TASS melaporkan pada Rabu (17/02).

Menurut laporan media Rusia, Wakil Menteri Luar Negeri Gennady Gatilov mengatakan pemberlakuan zona larangan terbang yang pertama harus disetujui dan direstui pemerintah setempat yaitu oleh Presiden Suriah Bashar Assad selanjutnya disahkan oleh Dewan Keamanan PBB. (Baca juga: Analis; Bashar Assad Kunci Penyelesaian Krisis Suriah)

Angela Merkel pada Rabu mengecam situasi kemanusiaan yang “tidak dapat diterima” di Suriah, dan menegaskan pemberlakuan zona larangan terbang.

“Situasi saat ini tetap tidak bisa diterima dan itu akan sangat membantu jika ada daerah di Suriah dimana tak seorang pun bisa terbang”, katanya kepada parlemen Jerman.

“jika kita mampu mencapai kesepakatan antara pasukan anti dan pro-Assad memberlakukan zona larangan terbang, dalam arti untuk melindungi banyak pengungsi, maka ini akan menyelamatkan banyak nyawa dan membantu proses politik tentang masa depan Suriah”, tambahnya. (Baca juga: Sekjen Hizbullah: Intervensi Darat Turki-Saudi Karena Gagalnya Teroris Dukungan Mereka di Suriah)

Kanselir Jerman lebih dulu mengajukan ide dalam wawancara yang diterbitkan pada tanggal 15 Februari, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Proposal pemberlakuan zona larangan terbang datang setelah tentara Suriah, yang didukung oleh AU Rusia, telah membuat keuntungan yang signifikan terhadap militan Takfiri dan teroris ISIS di beberapa wilayah, terutama di utara provinsi Aleppo.

Oposisi yang didukung asing di Suriah juga menyerukan penghentian kampanye anti-teror Rusia sebagai syarat untuk berpartisipasi dalam pembicaraan damai di Jenewa untuk mendapatkan resolusi krisis yang sedang berlangsung. (Baca juga: Rahasia Kemenangan Putin di Suriah)

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa PBB harus menasihati negara-negara lain untuk menerima para pengungsi, tidak hanya Turki atau kami akan mengusir para pengungsi dari tanah Turki.

Erdogan mengancam pada hari Kamis (11/02) akan mengirim pengungsi Suriah ke negara-negara lain seperti Eropa, karena Ankara sudah kehilangan kesabarannya atas gelombang arus besar migran dari Suriah, kantor berita Sputnik melaporkan. (ARN)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: