News Ticker

CURANG! Khianati Kesepakatan, Saudi Tolak Potong Produksi Minyak

Saudi Foreign Minister Adel al-Jubeir speaks during a joint press conference with his visiting Egyptian counterpart Sameh Shoukry (unseen) following a meeting on July 23, 2015 at the ministry of Foreign Affairs in the Saudi city of Jeddah. AFP PHOTO / STR

19 Februari 2016,

RIYADH, ARRAHMAHNEWS.COM – Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, mengatakan negaranya “tidak siap” untuk memotong produksi minyak untuk membantu menopang harga minyak dunia yang sangat rendah.

“Jika produsen lain ingin membatasi atau menyetujui pembekuan dalam hal produksi tambahan yang mungkin berdampak pada pasar, tetapi Arab Saudi tidak siap untuk memotong produksi,” kata Jubeir dalam wawancara dengan AFP, sebagaimana dikutip Sputnik News pada Kamis (18/02). (Baca juga: Pendapatan Minyak Menurun Serta Defisit Anggaran Saudi Sebabkan Para Buruh Mogok Kerja)

Komentar ini tentu saja mengejutkan mengingat sebelumnya Arab Saudi dan Rusia telah bersetuju untuk membekukan produksi minyak guna menyokong harga, yang sudah anjlok 70% akibat kelebihan pasokan kronis.

Kesepakatan tersebut tercapai dalam pertemuan tertutup di Doha, Qatar, yang juga diikuti menteri energi dari pihak tuan rumah serta menteri energi dari Venezuela, produsen besar dari Amerika Selatan. (Baca juga: Saudi Potong Anggaran Belanja, Menyusul Anjloknya Harga Minyak)

Menteri Perminyakan Saudi Ali Al Naimi kala itu mengatakan, langkah tersebut mengandung persyaratan yaitu negara-negara produsen besar lainnya bersedia ikut serta. Kesepakatan ini dirancang untuk menstabilkan pasar, menyusul kejatuhan dramatis harga minyak mentah sejak pertengahan 2014.

Iran kemudian bersedia menyetujui kesepakatan tersebut, yang langsung direspon positif oleh pasar dengan naiknya harga minyak dunia sebesar 7%, sebagaimana dilaporkan Nasdaq. (Baca juga: WOW…Harga Minyak Dunia Naik Setelah Iran Setuju Batasi Produksi)

Ditengah situasi positif ini tiba-tiba Saudi berbalik arah dan menyatakan yang sebaliknya. “Masalah minyak ditentukan oleh penawaran dan permintaan dan oleh kekuatan pasar. Kerajaan Arab Saudi akan melindungi pangsa pasar dan kami telah mengatakan begitu,” ungkap sang menlu Saudi dalam wawancaranya.

Menurut para analis politik dan ekonomi, Arab Saudi dan Qatar dalam setahun terakhir memainkan peran determinan dalam anjloknya harga minyak mentah dunia. Langkah itu semula ditujukan untuk memukul sektor industri minyak Iran dan Rusia karena penentangan keduanya terhadap politik regional Saudi dan Qatar. (ARN)

About ArrahmahNews (12494 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: