News Ticker

LEDAKAN ANKARA…Politik Licik Erdogan Untuk Bantai Kurdi Dimanapun?

19 Februari 2016

ANKARA, ARRAHMAHNEWS.COM – Selang beberapa jam setelah pemboman mematikan di Ankara, Turki berjanji untuk “mengerahkan lebih banyak upaya” untuk menghukum para pelaku. Dan seperti diduga, kecurigaan kemudian diarahkan kepada orang-orang Kurdi. Bagaimanpun juga, para ahli mengatakan bahwa menuduh PKK adalah langkah “politik nyaman” bagi Turki untuk mengintensifkan tindakan keras terhadap masyarakat Kurdi. Demikian ditulis dalam sebuah artikel yang diterbitkan Russia Today, Kamis (18/02).

FB_IMG_1438245546581


Sebuah ledakan besar menghantam tiga kendaraan militer dekat gedung parlemen di ibukota Turki, menewaskan setidaknya 28 orang dan menyebabkan 61 terluka. Berbicara setelah serangan teroris, Presiden Tayyip Erdogan mengatakan bahwa negaranya sekarang bertekad untuk “membela diri” lebih dari sebelumnya.

“Kami akan melanjutkan perjuangan kami melawan pion-pion itu, yang telah melakukan serangan tanpa memiliki batas-batas moral atau manusiawi. Juga kekuasaan pendukung mereka setiap hari dengan cara yang lebih pasti,” katanya dalam keterangan resmi, menghindari tuduhan langsung terhadap pihak tertentu.

Erdogan bersumpah untuk “membalas dendam” tak peduli dimanapun tempat penyerang itu mungkin berada demi membalas kematian mereka yang tewas pada serangan hari Rabu dan dalam serangan sebelumnya.

Beberapa jam setelah pengeboman, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Hal yang meninggalkan pintu terbuka bagi pemerintahan Erdogan untuk memunculkan beberapa spekulasi dan tuduhan.

Seorang pejabat keamanan Turki yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters bahwa pengeboman yang terjadi memiliki “tanda-tanda awal” dari serangan Partai Buruh Kurdistan (PKK). Sumber lain menyatakan bahwa militan ISIS lah yang harusnya disalahkan.

“Jangan lupa bahwa setiap kali sesuatu seperti itu terjadi di Turki, yang pertama kali akan mereka tuding adalah PKK,” ungkap Daniel Wagner, CEO dari Country Risk Solutions kepada RT. Ia percaya bahwa lebih mungkin ISIS adalah “akar penyebabnya”.

“Jika Anda melihat beberapa serangan sebelumnya, seberapa sukses mereka, jumlah korban dalam beberapa bulan terakhir, jelas hal itu memiliki ciri khas ISIS,” ungkap sang CEO. Namun, ia menambahkan, pemerintah Turki justru dengan cepat menuding PKK.

“Tentu saja, itu adalah pilihan politik nyaman bagi mereka untuk dilakukan karena mereka saat ini tengah melancarkan perang ofensif terhadap PKK,” katanya.

turkey-airstrike-killed-35-civilians-near-kurdish-village
Tahun lalu, kira-kira dua minggu setelah serangan bom bunuh diri kembar, yang diduga sebenarnya dilakukan oleh orang-orang ISIS dan menewaskan 102 orang dalam aksi damai di Ankara pada 10 Oktober, militer Turki justru menghabisi pejuang Kurdi di Suriah utara.

“Turki telah melancarkan perang agresif terhadap warga sipil Kurdi, tidak hanya personil militer Kurdi, mereka telah melakukannya selama lebih dari 20 tahun, sehingga ada sejarah berdarah yang buruk dan panjang antara Kurdi dan Turki,” ungkap mantan petugas intelijen CIA, Larry Johnson, kepada RT, menekankan bahwa tuduhan keterlibatan PKK dalam serangan Rabu kemarin, bahkan jika ternyata benar, tidak akan mengejutkan.

“Dalam hal apapun, Turki pasti akan menggunakan hal ini sebagai pembenaran untuk aksi militer yang lebih agresif di luar Turki,” jelas Johnson.

Pemboman yang terjadi Rabu kemarin di Ankara adalah peristiwa terbaru dalam siklus kekerasan yang telah melanda Turki sejak 7 Juli 2015, ketika serangan ISIS menewaskan 33 orang di kota Suruc. Pemboman terbaru tak lebih dari sebulan sejak serangan di Istanbul, yang menewaskan 11 wisatawan Jerman. Menurut kantor berita Anadolu, pada bulan Oktober lalu, aksi teror telah merenggut 145 nyawa pasukan keamanan Turki dan 137 warga sipil dalam 98 hari.

“Setelah empat bom yang terjadi dan diakui secara terbuka oleh ISIS, pemerintah saat itu lagi-lagi sibuk menyalahkan Kurdi,” ungkap Firat Demir, seorang ahli politik internasional, kepada RT.

Turki saat ini menghadapi kecaman keras dari berbagai pihak internasional atas penembakan yang masih terus dilakukan terhadap pasukan pemerintah Kurdi dan Suriah di sekitar Azaz. (ARN)

About ArrahmahNews (12505 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: