News Ticker

Rusia Desak Saudi Jelaskan Rencana Pengiriman Pasukan Darat ke Suriah

19 Februari 2016,

MOSKOW, ARRAHMAHNEWS.COM – Rusia mendesak Arab Saudi untuk memberikan penjelasan rinci terkait rencana intervensi militer dalam krisis Suriah, dan mengatakan tindakan seperti itu harus dikoordinasikan dengan otoritas terkait. (Baca juga: Anggota Parlemen Rusia: Khayalan Saudi dan Turki Ikut Operasi Militer di Suriah)

Mikhail Bogdanov, wakil menteri luar negeri Rusia pada Kamis (18/02) menyampaikan bahwa Moskow tidak tidak mengetahui waktu “spesifik” tentang rencana serangan darat Saudi ke Suriah, kantor berita Tass melaporkan.

Bogdanov mengatakan setiap aksi militer di Suriah harus dikoordinasikan dengan pemerintah Suriah atau Dewan Keamanan PBB.

“Kami percaya bahwa sama seperti Irak, Suriah adalah negara berdaulat. Ia memiliki kekuatan pusat otoritatif, dan [aksi militer] harus dikoordinasikan dengan pemerintah Damaskus”, kata pejabat Rusia.

Riyadh mengumumkan kesiapannya untuk mengirim pasukan darat ke Suriah awal bulan ini. Menteri Luar Negeri Adel al-Jubeir mengatakan pada Kamis bahwa pasukan Saudi hanya akan fokus pada penargetan teroris ISIS, jika mereka dikerahkan ke Suriah.

“Jika mereka masuk Suriah, pasukan ini akan bekerja dalam rangka koalisi internasional untuk memerangi ISIS, tidak akan ada operasi sepihak”, tambah Jubeir.

Riyadh saat ini anggota dari aliansi yang dipimpin Washington yang melakukan serangan udara terhadap apa yang diklaim sebagai ISIS di Suriah sejak 2014.

Sementara Riyadh telah lama mendukung kelompok-kelompok militan tertentu yang beroperasi untuk menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad sejak 2011.

Zona Larangan Terbang ‘Tidak Praktis’

Bogdanov terkait proposal yang dibuat oleh Kanselir Jerman Angela Merkel untuk pembentukan zona larangan terbang di utara Suriah, mengatakan bahwa hal itu tidak praktis.

Dalam sebuah pernyataannya pada TASS Kamis (18/02), Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan zona larangan terbang akan memperbanyak “campur tangan dalam urusan dalam negeri Suriah, pelanggaran kedaulatan, dan perbatasan yang tidak dapat diganggu gugat”. (Baca juga: Zona Larangan Terbang Angin Surga Bagi Teroris Takfiri)

Sepertinya “benar-benar bertentangan dengan hukum internasional dan Piagam PBB,” katanya, dan menambahkan langkah itu hanya akan melindungi kelompok-kelompok teroris dan tidak akan memberikan kontribusi terhadap upaya internasional untuk mengakhiri konflik di Suriah.

Mantan pejabat AS Nicholas Burns dan James Jeffrey menulis di Washington Post bahwa zona larangan terbang di selatan dari perbatasan Turki akan memiliki “manfaat berlipat ganda” termasuk membatasi operasi Suriah.

Menurut pakar Suriah Tim Eaton dari London Chatham House “kuat dugaan” Turki akan menggunakan wilayah itu sebagai dasar untuk menyerang pasukan Kurdi Suriah, dan mengidentifikasinya sebagai “teroris”.

Eaton juga mengatakan pengungsi dekat dengan zona perang beresiko infiltrasi oleh kelompok bersenjata, dan zona larangan terbang tidak akan melindungi warga sipil. (ARN)

About ArrahmahNews (12494 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: