News Ticker

Susah Kabur Wanita Yazidi Jadi Tumbal ‘Pemuas Seks’ Teroris ISIS

19 Februari 2016,

LONDON, ARRAHMAHNEWS.COM – Surat kabar London “The Independent” merilis sebuah artikel yang ditulis oleh Kathy Oaten dengan judul “tak ada ruang untuk kabur bagi tawanan wanita Yazidi”, penulis menyebutkan bahwa ada ribuan wanita Yazidi yang diculik sejak tahun 2014. (Baca juga: ISIS Asal Saudi Paling Doyan Beli Tawanan Wanita Untuk Pemuas Seksnya)

Ia menambahkan, saat itu banyak dari para wanita Yazidi yang berhasil diselamatkan, hanya saja kelompok teroris ISIS memberlakukan aturan baru yang begitu keras dan mengetatkan penjagaan atas para wanita itu sejak berhasil dibebaskannya sekitar seratus dari mereka dan berhasil keluar dari Raqqah, mereka melakukan hal itu agar tidak ada lagi satupun dari mereka berhasil melarikan diri di tangan para penyelundup”.

Mengutip keterangan mereka yang mendapatkan tugas dari pemerintah untuk membebaskan para tawanan itu, menyebutkan “proses pembebasan mereka kini mejadi lebih sulit dari pada dahulu”. (Baca juga: Kejahatan ISIS Terhadap Gadis-Gadis Yazidi)

Ia menjelaskan bahwa kelompok teroris ISIS kini menahan sekitar 3.500 wanita Yazidi dan anak-anak kecil di wilayah yang mereka kuasai.

Penulis laporan itu mencatat, ada masalah lain selain yang telah disebutkan diatas, yaitu krisis ekonomi di Kurdistan Irak, “dana yang semakin menipis menjadi problem dalam operasi pembebasan para tawanan wanita Yazidi dari cengkaraman kelompok teroris ISIS”. (Baca juga: Fatwa Gila ISIS, Halal Perkosa Wanita)

Laporan itu mengungkapkan kisah seorang gadis Yazidi, 25, bernama Leila (nama samaran), telah berhasil diselamatkan melalui jaringan para penyelundup dari Suriah, dimana keluarganya harus membayar 25 ribu dolar AS untuk dapat melepaskannya dari cengkraman seorang teroris bersenjata asal Saudi yang bergabung di jajaran organisasi teroris ISIS, yang pada akhirnya ia dapat dibebaskan dan dipulangkan kembali ke Irak. Kini Leila hidup di sebuah kamp di Irak utara, menurut laporan surat kabar tersebut.

Leila menceritakan kisahnya kepada surat kabar The Independent, ia berkata “kelompok teroris ISIS tadinya membawa saya dan anak-anak saya berpindah-pindah di beberapa penjara di Mosul, kemudian saya dibawa ke sebuah sekolah di Raqqah Suriah, kemudian saya dikirim ke sebuah pasar di Deir ez-Zor untuk dijual sebagai budak”. (Baca juga: Di Puncak Gunung Sinjar, Wajah-Wajah Terlupakan dari Kampanye Genosida ISIS)

Ia menambahkan, “kelompok teroris ISIS memajang para wanita dan gadis dalam satu barisan, sementara elemen-elemennya datang untuk memilih sesuai yang mereka inginkan dari kami, jumlah kami 40 orang dari para perempuan dan gadis di pasar, harga kami bervariasi sesuai dengan usia dimana beberapa diantara kami ada yang masih berusia sembilan dan delapan tahun”. Ia mencatat bahwa harga tertinggi yang dibayarkan untuk pembelian seorang gadis sebesar enam ribu dolar AS.

Penulis laporan ini mengakhiri artikelnya dengan menyebutkan bahwa kini kelompok teroris ISIS lebih mengencangkan cengkeramannya terhadap para tawanan wanita Yazidi serta terus meningkatkan pengawasan terutama setelah ada seratus tawanan wanita Yazidi berhasil kabur. Raialyoum (18/02) memberitakan. (#ARN)

About ArrahmahNews (12478 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: