News Ticker

Anggota NATO Tolak Ikut Campur, Jika Terjadi Konfrontasi Antara Turki dan Rusia

20 Februari 2016

JERMAN, ARRAHMAHNEWS.COM – Beberapa negara anggota NATO telah menyatakan “tanda bahaya” pada eskalasi ketegangan Turki dengan Rusia, dan mengatakan mereka tidak akan terlibat dalam konfrontasi apapun.

Pejabat dari anggota NATO menyatakan keprihatinan serius terkait ketegangan yang muncul sejak penembakan bomber Su-24 Rusia di dalam wilayah Suriah oleh F16 Turki.

Mereka juga prihatin atas ancaman Turki yang akan menyebarkan pasukan darat ke Suriah, di mana Rusia melakukan kampanye udara terhadap kelompok teroris atas permintaan Damaskus.

“Angkatan bersenjata dari dua negara keduanya aktif dalam pertempuran sengit di perbatasan Turki-Suriah, dalam beberapa kasus hanya beberapa kilometer saja”, majalah Jerman Der Spiegel mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri Luksemburg Jean Asselborn.

“NATO tidak bisa membiarkan dirinya ditarik ke dalam eskalasi militer dengan Rusia sebagai akibat dari ketegangan baru antara Rusia dan Turki”, tambah Asselborn.

Dia juga mengatakan bahwa Pasal 5 yang tertera dalam perjanjian Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), yang menjamin dukungan untuk negara-negara anggotanya, dalam konfrontasi potensial dengan musuh, “hanya berlaku ketika negara anggota diserang bukan menyerang”.

Presiden Prancis Francois Hollande juga menekankan pada Jumat bahwa keterlibatan Ankara pada perang Suriah menghasilkan risiko perang antara Turki dan Rusia.

Der Spiegel mengutip diplomat Jerman yang tidak disebutkan namanya mengatakan, “Kami tidak akan membayar harga untuk perang yang dimulai oleh Turki.”

kepemimpinan NATO menyatakan keprihatinan yang sama setelah Turki menjatuhkan jet Rusia dalam wilayah Suriah pada bulan November 2015.

“Kita harus menghindari insiden kecelakaan lepas kendali”, kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada saat itu kepada Reuters.

“Saya pikir saya sudah menyatakan dengan sangat jelas bahwa kami menyerukan tenang dan de-eskalasi. Ini adalah situasi yang serius”, tambahnya.

Ancaman terbaru Ankara yang ingin meningkatkan kekerasan di Suriah, Rusia menyerukan pertemuan Dewan Keamanan PBB untuk membahas resolusi yang disusun Moskow untuk menyikapi kemungkinan intervensi darat oleh Turki dan Arab Saudi.

“Situasi ini menjadi lebih tegang karena meningkatnya ketegangan di perbatasan Suriah-Turki dan negara Turki berencana untuk mengirim pasukan ke Suriah utara”, demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia kepada kantor berita TASS.

Rancangan resolusi yang menyerukan semua negara untuk menghindari “retorika provokatif dan pernyataan inflamasi” yang selanjutnya bisa memicu campur tangan asing dalam urusan internal Suriah dari pada mempromosikan resolusi politik dari konflik.

Pertemuan Dewan Keamanan diselenggarakan pada hari Jumat, Amerika Serikat, Prancis dan Inggris semua menolak resolusi yang diusulkan Rusia. [ARN]

About ArrahmahNews (12489 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: