News Ticker

Erdogan; AS Berikan Bantuan Senjata Kepada Teroris ISIS

20 Februari 2016,

ANKARA, ARRAHMAHNEWS.COM – Presiden Turki mengatakan Amerika Serikat memasok senjata kepada teroris ISIS serta pejuang Kurdi Suriah dari Unit Perlindungan Rakyat (YPG) sayap militer dari Partai Demokrat Kurdi (PYD) yang berbasis di Suriah.

“Pada bulan lalu dalam pertemuan saya dengan dia (Presiden AS Barack Obama), saya mengatakan kepadanya untuk memasok senjata. Tiga pesawat kargo tiba, setengah dari senjata itu diberikan teroris ISIS dan setengah dari lainnya ke PYD/YPG,”, kata Recep Tayyip Erdogan kepada kantor berita Anadolu di Istanbul (19/02/2016). (Baca juga: Kemenlu Rusia: Teroris Suriah Dapatkan Bala Bantuan Serius dari Turki)

Pernyataan Erdogan tampaknya mengacu pada 28 bundel perlengkapan militer yang diterjunkan melalui udara oleh AS di akhir tahun 2014, untuk pejuang Kurdi Irak dekat kota Ayn al-Arab. Para pejabat Pentagon mengatakan bahwa paket bantuan itu jatuh ke tangan militan ISIS.

“Saya akan berbagi keprihatinan saya dengan Mr Obama ketika saya berbicara dengan dia. Kami akan membahas hal ini secara rinci. Aku akan memberitahu dia, melihat bagaimana dan dimana senjata-senjata yang Anda berikan”. (Baca juga: Erdogan; AS Berikan Bantuan Senjata Kepada Teroris ISIS)

“Terhadap siapa senjata itu digunakan?” tanya Presiden Turki, “Senjata-senjata itu digunakan untuk menembak warga sipil di daerah itu. Mereka menyebabkan kematian orang yang tinggal di daerah itu. Mengapa itu terjadi? Bagaimana orang bisa membenarkan ini? Apa itu mungkin? Ya benar, memang begitu kenyataannya”.

Erdogan mengatakan ia kecewa dengan Barat karena menolak untuk menyebut PYD sebagai kelompok teroris. Ankara menganggap YPG dan PYD sebagai sekutu dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang telah berjuang untuk wilayah otonomi Kurdi di Turki sejak tahun 1980-an.

Pemerintah Turki marah oleh kemajuan pesat pejuang Kurdi Suriah, yang mengambil keuntungan dari perlindungan udara Rusia di wilayah tersebut untuk menduduki wilayah dekat perbatasan Turki.

Komentar Erdogan muncul setelah Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mendesak Washington untuk memutuskan hubungan dengan para pejuang Kurdi, dan mengatakan bahwa “menggunakan kelompok teroris seperti YPG menunjukkan kelemahan sekutu”.

Amerika Serikat dan sekutunya telah terlibat dalam kampanye yang konon memerangi kelompok teroris ISIS sejak 2014. Banyak yang mempertanyakan efektivitas serangan udara Amerika yang lebih banyak menyasar warga sipil atau infrastruktur ketimbang kelompok teroris. Kampanye yang dipimpin oleh AS dimulai dengan tanpa izin dari pemerintah Suriah atau mandat PBB. (Baca juga: Harian Perancis: Putin, Sang Pahlawan Tak Kenal Kompromi Yang Susahkan Barat)

Ankara sendiri secara menyakinkan dituduh merekrut, melatih dan mempersenjatai militan Takfiri (ISIS, Jabhah Nusro, Ahrah Sham, Al-Qaeda) serta membeli minyak yang diselundupkan oleh ISIS untuk membiayai kelompok mereka di tanah Suriah.

Ledakan bom di Ankara

Pemerintah Turki menuduh YPG berada di balik serangan bom mobil di ibukota Ankara pada 17 Februari, yang menewaskan 28 orang. Namun, sebuah kelompok militan Kurdi yang terkait dengan PKK mengaku bertanggung jawab atas serangan bom tersebut. (Baca juga: LEDAKAN ANKARA…Politik Licik Erdogan Untuk Bantai Kurdi Dimanapun?)

Kurdistan Freedom Hawks (TAK) mengatakan dalam sebuah pernyataan di situsnya bahwa serangan itu sebagai tanggapan terhadap kebijakan pemerintahan Erdogan. TAK bersumpah untuk tidak melanjutkan serangan lebih luas di dalam Turki. (ARN)

About ArrahmahNews (12478 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. AS Pasok Sejumlah Besar Senjata untuk ISIS di Diyala Irak | ISLAM NKRI
  2. Amerika Kirim Sejumlah Besar Senjata untuk ISIS di Diyala Irak – VOA ISLAM NEWS

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: