News Ticker

Paket Bantuan $3 Milyar Dihentikan, Saudi Tunjukkan Wajah Asli Mereka

20 Februari 2016,

LEBANON, ARRAHMAHNEWS.COM – Gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon mengatakan keputusan Saudi untuk menghentikan bantuan militernya kepada Lebanon menunjukkan wajah asli Arab Saudi dan membantah klaim mereka yang katanya memerangi terorisme.

Hizbullah mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (19/02) bahwa keputusan yang diambil Saudi menunjukkan Riyadh tidak bersungguh-sungguh dalam memerangi terorisme, termasuk mendukung tentara Lebanon, media Al-Manar Lebanon melaporkan. (Baca juga: Intervensi Saudi di Suriah Akan Membakar Timur Tengah)

Sebelumnya, Arab Saudi menangguhkan paket bantuan sebesar  $ 3 miliar kepada tentara Lebanon dan $ 1 miliar bantuan untuk pasukan keamanan internal.

Paket bantuan sebesar $ 3 miliar diberikan ke Lebanon untuk membeli peralatan militer dari Perancis. Pengiriman pertama peralatan militer sudah dikirim ke Lebanon pada bulan April 2015 di bawah kesepakatan yang didanai oleh Saudi untuk meningkatkan perjuangan tentara Lebanon dalam melawan militan Takfiri yang mencoba menyeberang perbatasan negara itu.

Gerakan perlawanan menambahkan bahwa penghentian bantuan Saudi mengungkapkan sikap nyata dari Riyadh, yang mendukung dan mendanai terorisme di dunia Muslim dan Arab. (Baca juga: Jurnalis Saudi: Niat Riyadh Adalah Menolong Teroris Suriah)

Sementara itu, pernyataan Riyadh yang memutuskan penghentian paket bantuan militer kepada Lebanon belum mendapat tanggapan dari pemerintah Lebanon. Sebagian pejabat pemerintah Beirut sepenuhnya menyadari bahwa keputusan Saudi telah diambil sejak lama dan banyak media lokal dan internasional mengungkap hal itu.

Keputusan Riyadh juga disebabkan krisis keuangan yang melanda kerajaan yang diderita akibat perang terhadap Yaman dan keterlibatan dalam konspirasi pemotongan harga minyak. (Baca juga: CURANG! Khianati Kesepakatan, Saudi Tolak Potong Produksi Minyak)

“Krisis keuangan ini telah menyebabkan langkah-langkah penghematan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam kerajaan”.

Riyadh akan “mengevaluasi total hubungan dengan republik Lebanon”, seorang pejabat yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kepada Saudi Press Agency, pada Jumat (19/02).

Keputusan tersebut diambil menyusul kemenangan baru-baru ini oleh tentara Suriah, yang didukung oleh gerakan Hizbullah dalam melawan militan Takfiri yang berperang untuk menggulingkan pemerintah Damaskus yang sah (Bashar Assad). (ARN)

About ArrahmahNews (12494 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: