News Ticker

Pidato Putin Pada Tahun 2007, Ramalkan Ambisi AS Untuk Kuasai Dunia

20 Februari 2016,

MOSKOW, ARRAHMAHNEWS.COM – Presiden Rusia Vladimir Putin jauh sebelumnya telah memperkirakan ambisi AS untuk menguasai dunia, kata para ahli. Putin jelas telah menyatakan hal itu dalam pidatonya pada tahun 2007 di Munich, tetapi negara-negara di seluruh dunia meremehkannya, kata sarjana Amerika dan Eropa kepada Sputnik.

“Presiden Putin jelas menyadari prinsip dasar kebijakan luar negeri AS yang neo-konservatif sejak tahun 2001”, California State University Profesor Emeritus Ilmu Politik dan Beau Grosscup seorang penulis dan analis terorisme, mengatakan kepada Sputnik. Rencana yang terbilang jelas di tahun 1992 Pentagon Defense (DPG) yang ditulis oleh Paul Wolfowitz dan Wakil Presiden Dick Cheney untuk mempertahankan Amerika Serikat sebagai satu-satunya arsitek pasca perang Dingin, Grosscup mencatat. “[Rencana] dijalankan melalui lembaga-lembaga internasional yang ada, PBB khususnya, untuk ketergantungan sepihak pada kekuatan militer, yang didukung oleh aliansi ad hoc,” tegas Grosscup. (Baca juga: PUTIN, Target Fitnah ‘Gila’ Barat Setelah Gagalnya Operasi Perubahan Rezim)

Rencana tersebut juga termasuk Full Spectrum yang mengatakan Amerika Serikat harus dapat melawan dan memenangkan banyak perang, termasuk perang nuklir, untuk tujuan perubahan rezim di negara-negara nakal dan tak mau tunduk. Hal itu harus dilakukan untuk mencegah munculnya kekuatan bersaing seperti Rusia, Cina dan Eropa, Grosscup menambahkan.

“Yang terpenting adalah sayap kanan Neo-Nazi yang terinspirasi kudeta Ukraina, perubahan rezim yang didukung oleh Amerika Serikat. Seiring dengan krisis politik Georgia pada 2008, adalah blok akhir untuk pindahkan NATO ke perbatasan langsung Rusia,” Grosscup mengklaim. Tujuan dari langkah ini adalah untuk mencegah kenaikan Rusia sebagai kekuatan bersaing dan untuk mengontrol cadangan minyak dan gas Asia Tengah, katanya.

“Presiden Rusia ‘Vladimir Putin’ menyatakan keperihatinannya di Munich. Dia juga menunjukkan bahwa AS dan sekutu koalisinya telah menggunakan PBB untuk menjatuhkan sanksi kekuatan militer unilateral di Timur Tengah untuk mengguncang Irak, Lebanon, Afghanistan, Libya, Area Pendudukan Palestina dan Suriah”, Grosscup mengamati. (Baca juga: Putin Tolak “Standar Ganda” Dalam Pembicaraan Telepon Dengan Obama)

Selain itu, Amerika Serikat terus berupaya untuk bersaing senjata strategis dengan terobosan teknologi yang akan memungkinkan untuk memenangkan perang nuklir strategis dengan Rusia”, katanya. Selain itu,” Presiden AS sekarang Barack Obama telah memberikan komandan medan perang wewenang untuk melanggar ambang batas konvensional-nuklir sendiri, Grosscup memperingatkan.

Namun, kebijakan Rusia baru-baru ini di Timur Tengah dan Eropa Timur telah menghancurkan pengaruh AS, University of Louvain Profesor dan penulis “Imperialisme Kemanusiaan” Jean Bricmont mengatakan kepada Sputnik. “Hambatan dari Rusia di Suriah dan Ukraina telah memperkuat tangan anti-intervensionis di AS”, katanya. (Baca juga: GEMPAR! Putin Siap Beberkan Bukti Keluarga Buckingham Adalah Pembunuh Putri Diana)

Kampanye pemilihan presiden AS saat ini telah menunjukkan bahwa publik Amerika tidak lagi bernafsu dengan penguasa mereka untuk melakukan intervensi tak berujung dan perang di seluruh dunia, Bricmont menekankan. “Air pasang berubah, perlahan tapi pasti. Publik Amerika tidak pergi bersama lagi dengan intervensionis neo-kontra-liberal,” tegasnya.

Pola pemungutan suara pada awal menunjukkan bahwa masyarakat AS tidak memiliki antusiasme untuk perang baru, Bricmont menyimpulkan. (ARN)

About ArrahmahNews (12557 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: