News Ticker

Rusia Kirim Jet Tempur ke Pangkalan Militer di Armenia dekat Turki

21 Februari 2016

ARMENIA, ARRAHMAHNEWS.COM – Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada Sabtu (20/02) bahwa Moskow mengerahkan beberapa jet tempur dan helikopter transportasi ke pangkalan udara Rusia di Armenia dekat perbatasan Turki, TASS melaporkan.

Generasi keempat Mikoyan MiG-29 dan sejumlah pesawat pembom MiG-29s modern dan helikopter Mil Mi-8MT telah dikirim ke pangkalan udara Rusia di Armenia. [Baca juga; SURIAH MEMANAS, Mendadak Putin Kumpulkan Dewan Keamanan Rusia]

Terletak di bandara Erebuni luar ibukota Yerevan, basis Rusia sudah memiliki sembilan generasi keempat MiG-29, pesawat yang mampu membawa muatan hingga 4.000 kilogram senjata. Pesawat ini juga memiliki tangki bahan bakar yang lebih besar.

Pengumuman itu datang sehari setelah rancangan resolusi Rusia yang menyerukan segera diakhirinya penembakan dan tindakan militer terhadap Suriah oleh Turki ditolak di Dewan Keamanan PBB.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Rusia menyatakan “penyesalan atas rancangan resolusinya yang ditolak”, dan Moskow menganggap penembakan lintas batas yang dilakukan oleh Turki sebagai tindakan yang “tidak dapat diterima”, TASS melaporkan pada Sabtu (20/02).

Menurut pernyataan Kremlin, Presiden Vladimir Putin pada Jumat mengadakan “diskusi rinci tentang situasi di Suriah terutama setelah meningkatnya ketegangan di perbatasan Suriah-Turki” dengan Dewan Keamanan Rusia. [Baca juga; Draft Resolusi Dukung Kedaulatan Suriah Ditolak PBB, Rusia Legawa Untuk Diskusi]

Juru bicara Kremlin juga menggarisbawahi bahwa Rusia akan terus membantu pasukan bersenjata Suriah “dalam tindakan ofensif mereka terhadap teroris”.

Keterlibatan Rusia bertujuan untuk memberikan “stabilitas dalam perang melawan terorisme, untuk menjaga integritas teritorial negara (Suriah) dan daerah”, kata Peskov. [Baca juga; Anggota NATO Tolak Ikut Campur, Jika Terjadi Konfrontasi Antara Turki dan Rusia]

Sejak akhir September 2015, Rusia telah melakukan serangan udara terhadap gerilyawan yang didukung asing di Suriah atas permintaan pemerintah Damaskus.

Turki, bagaimanapun juga adalah di antara para pendukung utama militan yang berperang untuk menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Ankara juga telah terbukti beberapa kali terlibat dalam perdagangan minyak ilegal dengan teroris ISIS.

Ankara juga telah menembaki posisi pejuang Kurdi di Suriah utara selama beberapa hari terakhir dalam upaya untuk menghentikan mereka dari mencapai perbatasan Turki. [ARN]

About ArrahmahNews (12475 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: