News Ticker

Pangeran Saudi Sebut Serangan Udara Pimpinan AS Tak Efektif

22 Februari 2016,

ABU DHABI, ARRAHMAHNEWS.COM – Salah satu pangeran Monarki Saudi bernama Turki al-Faisal mengatakan, serangan udara pimpinan AS yang diduga untuk menargetkan militan ISIS di Suriah tidak efektif dan sangat diperlukan intervensi darat.

Pangeran Turki Al-Faisal kepada wartawan di Abu Dhabi pada hari Minggu (21/02) mengatakan bahwa kerajaan telah menawarkan pengerahan pasukan darat ke Suriah karena percaya bahwa serangan udara pimpinan AS tidak bisa mengalahkan kelompok ISIS di Suriah. (Baca juga: Para Jenderal Saudi Kirim Surat Kepada Putra Mahkota Tentang Bahaya Operasi Militer ke Suriah)

“Masyarakat dunia memiliki kemampuan, ekonomi, politik, militer untuk menghentikan pembunuhan”, katanya.

“Saya pikir itu adalah waktu yang tepat untuk mengatakan sudah cukup… Harus ada tindakan nyata di lapangan untuk menghentikan pembunuhan itu,” tambahnya.

Arab Saudi sebelumnya mengumumkan bahwa pihaknya siap untuk mengirim pasukan khusus ke Suriah jika koalisi pimpinan AS memutuskan untuk mengirim pasukan darat. Koalisi yang disebut telah melakukan sorti tempur terhadap posisi yang diklaim ISIS di Suriah sejak September 2014 tanpa mandat dari Damaskus atau PBB. Serangan udara yang memiliki banyak kesempatan mengakibatkan kematian warga sipil dan kerusakan infrastruktur Suriah, secara luas dianggap sebagai tidak efisien. (Baca juga: Saudi-Turki Bersekongkol Menginvasi Suriah Dengan Dalih Memerangi ISIS)

Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) juga mengikuti jejak Arab Saudi dan mengisyaratkan kesiapan mereka untuk penyebaran pasukan di Suriah.

Kerajaan juga telah mengirimkan sejumlah pesawat tempur ke Turki untuk ambil bagian dalam latihan militer bersama dengan Turki yang berakhir pada hari Jumat. Kerajaan juga mengklaim bahwa langkah itu sejalan dengan apa yang disebut perang melawan teroris ISIS Takfiri di Suriah. (Baca juga: Analis: Kirim Pasukan ke Suriah? Saudi Harus Ambil Pelajaran di Yaman)

Arab Saudi dan Turki diyakini menjadi salah satu sponsor utama dari kelompok teroris yang beroperasi melawan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Sejumlah dokumen dan bukti-bukti intelijen mengungkap keterlibatan Arab Saudi, Turki, Qatar, UEA dan AS dalam melatih dan mempersenjatai para teroris serta memberikan data-data intelijen terkait posisi dan pergerakan pasukan Suriah.

Usulan intervensi Saudi dan Turki di Suriah, bagaimanapun mendapat kritik besar dari pemerintah Suriah dan sekutunya. Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Muallem mengatakan bahwa setiap “intervensi di wilayah Suriah tanpa otorisasi pemerintah akan terhitung sebagai agresi yang harus dilawan.” Dia juga memperingatkan bahwa para agresor akan kembali ke rumah mereka dalam “peti mati kayu”. (Baca juga: Waled Muallem Beri Peringatan Keras Rencana Invansi Militer Asing di Suriah)

Iran dan Rusia juga telah memperingatkan penyebaran pasukan darat asing di Suriah, dan menyebutnya sebuah langkah berbahaya yang dapat menyebabkan perang permanen.

Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev mengatakan keterlibatan Arab Saudi dalam operasi darat di Suriah dapat menyebabkan “perang dunia baru.”

Sekretaris Tertinggi Dewan Keamanan Nasional Iran Ali Shamkhani mengatakan bahwa penyebaran pasukan ke Suriah oleh negara-negara regional berpotesi membuka perang besar. (ARN)

About ArrahmahNews (12489 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: