News Ticker

Denny Siregar, Aji Mumpung Ala Gibran Anak Jokowi di ‘Mata Najwa’

24 Februari 2016,

JAKARTA, ARRAHMAHNEWS.COM – Pegiat sosial Denny Siregar mengapresiasi tentang sosok Gibran seorang anak Presiden Jokowi yang tak tamak dan tahu diri menjadi nomer satu penguasa negeri. Berikut tulisannya:

Gibran di Mata Najwa

Tahu diri. Begitulah pandangan saya tentang Gibran Rakabuming, putra sulung Jokowi, ketika menonton Mata Najwa mallam ini.

Tidak banyak orang yang tahu diri, memposisikan dirinya dengan tepat, justru ketika semua kesempatan berada di depan matanya. Rata-rata orang menjadi serakah, bahkan ingin semua kesempatan itu diturunkan ke anaknya, kalau bisa dijadikan dinasti. “Mumpung bapak njabat lho, nak.. Kapan lagi kalau gak sekarang…”

“Mata Najwa, Kami Sudah Menjalani satu Tahun (jadi anak Presiden) ya gini-gini saja., tetap jual martabak.. yang jadi presiden itu bapak kami sedangkan kami cuma anak presiden,”

Gibran malah jengah. Kejengahan itu dia ceritakan saat dia membuka usaha catering di Solo, pada waktu bapaknya menjabat sebagai walikota. Ia bahkan melarang marketingnya untuk mencari proyek catering di Pemkot.

Disaat kita biasanya mendengar jika proyek2 tertentu sudah dikuasai anak, saudara, istri, saudara istri sampe peliharaan istri pejabat, apa yang diakukan Gibran menjadi suatu anomali. Anomali karena kita berada di tengah kebiasaan sekian lama bentuk nepotisme di pemerintahan, mulai pusat sampe daerah, sehingga menjadi wajar kalau proyek tertentu dikuasai oleh keuarga pejabat.

Karena itu apa yang dilakukan Gibran mendapat apresiasi banyak orang. Ada sebuah kekaguman, sebuah ketidak-percayaan, bahkan sampai kesinisan menganggapnya hanya sebuah pencitraan.

Tapi Gibran jalan terus dibalik kejengahannya. Ia ingin melepaskan diri dari bayang-bayang bapaknya yang begitu besar. Setidaknya, buat dia posisi bapaknya bukan hal yang harus dibanggakan, tapi malah menjadi beban. Ia sulit menjadi lebih besar dari bapaknya dan tidak akan pernah mencapai itu. Beruntung, ia tidak memperdulikan hal itu, dan menjadi dirinya sendiri. Ia tahu diri dan bangga dengan apa yg dilakukannya sendiri.

Berapa banyak dari kita yang bisa melakukan itu?

Yang pasti tidak banyak. Nepotisme sudah menjadi budaya di negara kita. Jangankan pejabat, bahkan dunia keartisan saja dipenuhi nepotisme. Yah kalau ditanya di depan kamera biasanya bicaranya gini, “Terserah anak saya mau jadi apa, saya tidak ingin memaksanya untuk menjadi artis..” Tapi anaknya selalu didaftarin untuk ikut shooting iklan sambil menonjolkan wajahnya di depan agen.

Meskipun apa yang dilakukan Gibran sudah terlalu biasa di negara maju, tapi setidaknya bolehlah menjadi contoh kita di negara berkembang ini untuk malu menggunakan fasilitas yang ada untuk kita banggakan di depan orang lain. Kita sudah terlalu lama bangga dengan hasil dan jarang bangga dengan proses.

Seperti Superman.

Superman tidak pernah bangga terhadap hasil kerjanya menumpas kejahatan. Ia hanya bangga ketika berhasil memecahkan rekornya sendiri berlari dan melepas jas kemudian terbang dalam waktu sepersekian detik.

Meski pernah ada waktu, saking cepatnya, ia lupa pakai celana dalam dan burung2 di awan mengejar separuh dirinya yang melambai2 girang… Begini nih kalau ga pake ngopi, ngelantur jadinya..

About ArrahmahNews (12484 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on Denny Siregar, Aji Mumpung Ala Gibran Anak Jokowi di ‘Mata Najwa’

  1. andi setyawan // Feb 25, 2016 at 12:52 am // Balas

    muantap atrahmannews

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: