News Ticker

Erdogan Penjarakan Pemain Sepak Bola Turki Hakan Sukur

25 Februari 2016

ANKARA, ARRAHMAHNEWS.COM – Mantan pemain sepak bola internasional Turki Hakan Sukur menghadapi hukuman empat tahun penjara, jika ia terbukti bersalah menghina Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Twitter. kasus ini telah dibawa ke meja hijau dan akan disidangkan dalam beberapa minggu kedepan. Pengadilan Negeri Bakirkoy Turki telah menerima dakwaan atas nama Hakan Sukur, pada Rabu (24/02). Mantan pemain sepak bola itu didakwa telah menghina Erdogan dan anaknya dalam akun Twitternya.

Hakan-Sukur-Saat-Bermain-Di-Inter-Milan

Sukur mengatakan bahwa ia tidak berniat untuk menghina presiden. Namun, jaksa mengatakan bahwa tweet “jelas terkait” dengan Presiden Turki, kantor berita Dogan melaporkan, seperti yang dikutip oleh AFP. Pengacara Erdogan Ahmet Ozel mengatakan bahwa itu jelas bahwa Hakan Sukur sedang berbicara tentang Presiden Turki dan “dapat dipahami bahwa ia melakukan kejahatan”, tambahnya, menurut Today’s Zaman.

Namun, tidak diketahui apakah Hakan Sukur berada di Turki. Pemain berusia 44 tahun itu telah pindah ke AS untuk membuka akademi olahraga, dan tidak diketahui apakah dia dapat menghadiri persidangan.

Sukur yang pernah bermain untuk klub yang berbasis Istanbul Galatasaray dan raksasa Italia Inter Milan selama karir sepak bolanya, telah menghasilkan sejumlah prestasi seperti memenangkan 112 caps untuk tim nasional Turki. Dia mencetak rekor 51 gol untuk negaranya dan membantu Turki finis ketiga di Piala Dunia 2002 di Jepang dan Korea Selatan.

Setelah menyelesaikan karir sepakbolanya, Sukur berpaling ke politik dan bergabung dengan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP). Namun, ia mengundurkan diri pada Desember 2013, setelah kasus korupsi yang menjerat Erdogan dan elit penguasa. Dia memutuskan untuk menyelaraskan dirinya dengan Fethullah Gulen, musuh Erdogan. Sukur bahkan secara terbuka mengakui bahwa ia berkonsultasi dengan pendeta Gulen yang berbasis di AS terkait keputusannya.

Sukur telah menyuarakan ketidaksetujuan pada rencana pemerintah untuk menutup sekolah-sekolah yang dijalankan oleh Gulen. Pada bulan Desember, 18 pendukung Gulen ditangkap oleh pasukan keamanan Turki. Jaksa mengklaim bahwa penahanan itu atas dasar ‘kelompok teror Gulenist’.

Gulen pernah menjadi pendukung Erdogan dan mendapatkan banyak pengaruh dalam struktur kekuasaan. Namun, kemudian perdana menteri berbalik melawan dia, mengklaim Gulen dan pengikutnya mencoba untuk membangun sebuah “negara paralel.” Gulen telah tinggal di AS sejak tahun 1999, dan ada surat perintah penangkapannya di Turki, dengan hukuman penjara 34 tahun karena diduga berusaha memaksa Erdogan untuk mundur. Sementara Gulen membantah semua tuduhan yang dibuat oleh Erdogan. [ARN]

About ArrahmahNews (12505 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: