News Ticker

Mimpi Buruk Anak-Anak Pengungsi Suriah

Fara 2 tahun mencoba untuk tidur di Azraq, Yordania. (Foto oleh Magnus Wennman)

25 Februari 2016

SURIAH, ARRAHMAHNEWS.COM – Lebih dari satu juta anak-anak Suriah telah merasakan pukulan keras perang dan terlempar ke dalam dunia yang tidak pasti sebagai pengungsi sejak militan asing yang didukung oleh Arab Saudi, Turki, UEA, Qatar dan negara-negara Barat seperti AS merebut kota-kota di Suriah.

Anak-anak yang tak berdosa ini harus menanggung kehidupan yang sangat berat, senyum dan riang tawa mereka saat bermain telah hilang.

Mereka harus tidur di tenda-tenda darurat, kolong jembatan atau di bawah pepohonan, di atas tanah basah berselimutkan hawa dingin. AS dan sekutunya bertanggung jawab atas semua penderitaan anak-anak ini. Karena merekalah yang telah melatih para teroris, merekalah yang telah mempersenjatai teroris dan menyelundupkan teroris melalui Turki, Yordania dan Irak.

Berikut adalah sebagian kecil gambar anak-anak Suriah yang terdampar di berbagai negara akibat konflik yang mencengkeram negara mereka;

Derita-Pengungsi-Suriah-001

Lamar 5 tahun di Horgos, Serbia (Foto oleh Magnus Wennman)

Derita-Pengungsi-Suriah-002

Abdullah 5 tahun di luar stasiun kereta api di Belgrade, Serbia (Foto oleh Magnus Wennman)

Derita-Pengungsi-Suriah-003

Ahmed 7 tahun di Horgos, Hongaria (Foto oleh Magnus Wennman)

Derita-Pengungsi-Suriah-004

Ahmed 6 tahun di Horgos, Hongaria (Foto oleh Magnus Wennman)

Derita-Pengungsi-Suriah-005

Iman 2 tahun di tempat tidur rumah sakit di Azraq, Yordania (Foto oleh Magnus Wennman)

Derita-Pengungsi-Suriah-006

Mahdi 1,5 tahun di Horgos, Hongaria (Foto oleh Magnus Wennman)

Derita-Pengungsi-Suriah-007

Maram 8 tahun di Amman, Yordania (Foto oleh Magnus Wennman)

Derita-Pengungsi-Suriah-008

Tamam 5 tahun di Azraq, Yordania (Foto oleh Magnus Wennman)

Derita-Pengungsi-Suriah-009

Walaa 5 tahun di kamp pengungsi Dar-El-Ias, Lebanon (Foto oleh Magnus Wennman)

Derita-Pengungsi-Suriah-0010

Shehad 7 tahun di Hungaria (Foto oleh Magnus Wennman)

Derita-Pengungsi-Suriah-0011

Amir 22 bulan mencoba untuk tidur di Lebanon (Foto oleh Magnus Wennman)

Genangan air mata telah mengalir, menangisi tragedi yang menimpa para pengungsi Suriah yang mengarungi lautan, membela hutan dan menaiki truk-truk berpendingin hanya untuk bertahan hidup, bukan mencari kehidupan yang bermartabat. Mencoba bertahan hidup setelah persekongkolan banyak kekuatan, baik internal maupun external, dengan itikad baik maupun buruk atas penghancuran negeri mereka, dan pembunuhan ratusan ribu saudara setanah air.

Sebuah paradoks besar bahwa negara-negara Arab dan Teluk Persia telah menghabiskan milyaran dolar untuk mempersenjatai teroris (yang mereka sebut; oposisi) hanya untuk kehancuran negara Suriah, tidak menerima pengungsi Suriah meskipun hanya satu orang saja, bahkan menutup perbatasan mereka dengan kawat berduri dan senjata yang terbidik ke kepala para pengungsi. Sementara kepala kita tertunduk malu, melihat media dan telivisi serta pemimpin Eropa memberikan dukungan yang luar biasa bagi pengungsi Suriah, membukakan tempat, perlindungan, kemakmuran, stabilatas dan berjanji membebaskan mereka dari tiran.

Negara-negara Arab yang miskin, diambang kehancuran, dililit utang, defisit anggaran seperti Yordania, Lebanon, dan Mesir menerima ratusan ribu pengungsi Suriah, bahkan jutaan. Mereka tidak punya cukup air dan bahan pangan untuk anak-anak mereka, tetapi mereka berlapang dada menerima pengungsi Suriah, bersimpati dengan penderitaan mereka. Sementara negara-negara Arab seperti Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, memiliki ratusan miliar dolar dan cadangan devisa di luar negeri, tetapi mereka tutup mata dan telinga seolah tak mau tahu penderitaan para pengungsi. Sikap mereka tidak sesuai dengan semangat Arabisme, Islam, nilai-nilai kesopanan dan kasih sayang.

Kemana mufti-mufti wahabi yang selalu mengobral fatwa seperti al-‘Arifi, Salman Audah, Syaikh Adnan Al-Ar’ur, Abdulaziz al-Sheikh? Kenapa mereka diam seperti kuburan? Kenapa mereka tidak mengeluarkan fatwa kemanusiaan untuk menyelamatan para pengungsi, seperti suara lantangnya ketika mengeluarkan fatwa jihad dan jihad nikah di Suriah? Kenapa mufti-mufti itu tidak meminta Arab Saudi, Qatar, UEA dan Kuwait untuk menyelamatkan para pengungsi? Bukankah mereka Muslim? Bukankah mereka Ahlusunnah wal Jamaah?

Ketahuilah bahwa sebagian besar pengungsi Suriah yang berimigrasi ke Eropa adalah Ahlusunnah. Kemana ulama-ulama yang fanatik dengan ke-sunnahan? Kenapa mereka tidak menghentikan penderitaan saudara seiman mereka? Dimana oposisi Suriah yang mengaku sedang berjuang demi rakyat Suriah? Kenapa oposisi Suriah diam tidak memperdulikan para pengungsi? Kenapa dan Kenapa?

Inilah bukti nyata bahwa mazhab horor wahabi sengaja membunuh kaum muslimin baik sunni maupun syiah secara perlahan. Semoga Allah membalas orang-orang zalim atas kejahatan mereka. [ARN]

About ArrahmahNews (12476 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: