News Ticker

Sumanto Al Qurtuby: Radikalisme Berkembang Karena Kaum Intelek-Moderat ‘Ngumpet’

26 Februari 2016,

JAKARTA, ARRAHMAHNEWS.COM – Saya sering mendapat keluhan di inbox atau email tentang minimnya kelompok intelek-moderat Indonesia, khususnya Muslim, yang menyuarakan toleransi, pluralisme, moderatisme, perdamaian dan seterusnya, khususnya melalui “medsostual” (media sosial-virtual) dan “dumay” (dunia maya). Sebetulnya mereka banyak. Banyak sekali. Saya tahu banyak kaum cerdik-pandai Muslim yang hebat, berwawasan luas, dan bersikap terbuka & moderat, baik yang tinggal di Indonesia maupun di Luar Negeri, baik yang masih sekolah maupun yang sudah bekerja di universitas dan lembaga-lembaga lain. (Baca juga: Prof Sumanto Al Qurtuby: Cintailah Bangsa Sendiri Bukan Mencintai Bangsa Lain)

Hanya saja masalahnya tidak semua dari mereka bersedia meluangkan sedikit waktu untuk mengekspresikan pendapat & gagasannya di “medsostual” dengan berbagai alasan. Ada yang bilang mubazir kalau menulis di “medsostual”, ada yang bersikap masa bodoh dengan yang lain karena sudah hidup enak, ada yang malas menggerakkan jari-jemari, ada yang bilang sibuk “kagak ada waktu”, ada yang bilang percuma menulis di medsostual karena tidak menambah “kum” atau “kredit poin”, ada pula yang takut dicaci-maki, diteror, atau mungkin “dipentungi” kalau menulis ini-itu yang menabrak pandangan & keyakinan kelompok ekstrim, ada pula yang menertawakan “kelompok ektrim” tadi tapi tidak menyuarakan apa-apa, dlsb. Giliran memposting “sesuatu”, yang diposting foto-foto dengan orang-orang terkenal, foto-foto di tempat-tempat historik-ikonik, foto-foto di tempat-tempat mewah, foto-foto di acara-acara besar dlsb. Tentu saja tidak ada yang salah dengan semua ini. Ibarat rumah, akun FB adalah “rumah maya” yang terserah mau diisi apa oleh penghuninya. Emang lu siape cing ngurusin rumah gue? (Baca juga: Kyai Said: TNI dan Santri Harus Menyatu Lawan Radikalisme Dalam Bela Negara)

Sementara kaum intelek-moderat aras-arasen angkat biacara, “kelompok sebelah” gencar sekali menyuarakan ini-itu tanpa data dan etika sehingga seolah-olah merekalah penguasa dan pemilik “medostual” dan “dumay” ini. Saya berpendapat, di dalam “desa global” dan di tengah dunia yang sudah dikepung oleh Internet ini, maka “medsostual” dan “dumay” adalah bagian dari medium yang efektif untuk menyuarakan dan menyebarkan ide-ide yang bermanfaat untuk publik demi menjaga keutuhan umat dan perdamaian antar-manusia. Kadang-kadang, radikalisme berkembang-biak bukan karena banyaknya kaum radikal tetapi lantaran kaum moderat pada “ngumpet” di balik “lubang-lubang kenikmatan”. (ARN)

Sumber: Akun Facebook Prof Sumanto Al Qurtuby

About ArrahmahNews (12505 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Prof Sumanto Al Qurtuby: Jadi Muslim Itu Repot Ya? | SALAFY NEWS
  2. Sumanto Al Qurtuby: Gayamu Kayak Nabi Tapi Kelakuanmu Kayak Dajjal | ISLAM NKRI

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: