News Ticker

Uni Eropa Serukan Resolusi Embargo Senjata Terhadap Arab Saudi

26 Februari 2016

BRUSSELS, ARRAHMAHNEWS.COM – Parlemen Eropa telah mengeluarkan resolusi yang menuntut pemberlakuan embargo senjata terhadap Arab Saudi atas kampanye militer mematikan terhadap Yaman dan kejahatan perang.

Pada hari Kamis, Anggota Parlemen Eropa (MEP) menyerukan negara-negara anggota Uni Eropa untuk menghentikan penjualan senjata ke Riyadh karena menargetkan warga sipil di Yaman. Sidang itu menghasilkan 359 suara mendukung, 212 suara menentang serta 31 suara abstain.

“Arab Saudi adalah klien utama Inggris dan Perancis, dan ada banyak bukti bahwa senjata-senjata itu telah digunakan di Yaman, serta masuk katagori pelanggaran berat terhadap hukum internasional, di mana ribuan warga sipil telah tewas sejak dimulainya perang”, kata juru bicara urusan luar negeri kelompok The Green atau EFA, Alyn Smith kepada Reuters.

Menurut laporan terbaru oleh Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), impor Arab Saudi pada 2011-2015 meningkat 275% dibandingkan pada tahun 2006-2010. Inggris dan Perancis adalah pemasok utama senjata ke Arab Saudi. Pemerintah Inggris telah menandatangani USD 7,8 miliar dalam penjualan senjata, jet tempur dan peralatan militer lainnya ke Riyadh sejak Perdana Menteri David Cameron berkuasa pada tahun 2010. Prancis juga telah menandatangani USD 12 miliar dalam kontrak dengan Arab Saudi pada tahun 2015 saja.

“Banyak alasan nyata yang bisa dipercaya bahwa sistem produksi senjata Eropa diekspor ke Arab Saudi, kata Smith kepada Reuters.

Alyn Smith juga mendesak perwakilan tinggi kebijakan luar negeri Uni Eropa, Federica Mogherini untuk menyelidiki bagaimana embargo senjata dapat diimplementasikan. Sementara Arab Saudi gigih melobi Parlemen Eropa untuk mencegah jatuhnya embargo senjata.

Duta besar Saudi untuk Brussels, Abdulrahman al-Ahmed, mengirim surat kepada anggota parlemen pada Ahad kemarin dan memohon kepada mereka untuk tidak memilih amandemen dan membela intervensi militer kerajaannya di Yaman.

Menjelang pemungutan suara, para diplomat Saudi telah membela intervensi militer ganas kerajaan yang telah meninggalkan ribuan warga sipil tewas di Yaman.

Suara Parlemen Eropa tidak mengikat secara hukum, tetapi anggota parlemen berharap itu akan menekan Uni Eropa untuk mengambil tindakan terhadap Arab Saudi.

Yaman telah berada di bawah serangan militer oleh Arab Saudi sejak akhir Maret tahun lalu. Lebih dari 8.300 orang tewas, di antaranya 2.236 anak-anak, dan 16.015 lainnya terluka sejak awal serangan. [ARN]

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: