News Ticker

Utusan PBB; Gencatan Senjata Hari Penting Bagi Suriah

26 Februari 2016,

SWISS, ARRAHMAHNEWS.COM – Utusan PBB untuk Suriah mengatakan “hari penting” ada di depan Suriah, di mana gencatan senjata yang direncanakan di negara yang dilanda konflik diharapkan mulai berlaku.

“Besok akan menjadi sangat penting, saya katakan ini hari penting”, kata Staffan de Mistura kepada wartawan di markas PBB di Jenewa, Swiss, Kamis (25/02) Sputnik melaporkan.

Pada hari Senin, Amerika Serikat dan Rusia sepakat gencatan senjata akan berlaku di Suriah pada 27 Februari tengah malam waktu Damaskus. Pemerintah Suriah telah menerima persyaratan dengan syarat bahwa upaya militer terhadap kelompok teroris ISIS dan Jabha Nusra yang berafiliasi dengan al-Qaeda tetap berlanjut.

Saudi yang mendukung Komite Tinggi Negosiasi (HNC) oposisi Suriah juga mengumumkan bahwa mereka sementara akan mematuhi gencatan senjata.

“Gencatan senjata sementara selama dua minggu akan memberikan kesempatan untuk menentukan komitmen selanjutnya”, sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh HNC kepada Reuters.

Setelah pengumuman gencatan senjata, Presiden Suriah Bashar al-Assad menyerukan pemilu parlemen yang akan diselenggarakan pada 13 April.

Pada hari Jumat, Anggota Kelompok Suport Suriah yang terdiri dari 17 negara termasuk Rusia dan AS, akan melakukan pertemuan untuk melanjutkan realisasi perdamaian dan pembicaraan lanjutan dari perjanjian gencatan senjata. Utusan PBB setelah itu akan mengumumkan kemungkinan rencana pembicaraan damai yang didukung oleh PBB untuk resolusi krisis 5 tahun di Suriah.

Tiga putaran negosiasi yang didukung oleh PBB sejauh ini telah diselenggarakan di Wina dan New York sejak Oktober lalu. Putaran terakhir pembicaraan damai diselenggarakan di Jenewa pada tanggal 3 Februari kurang dari seminggu HNC menolak untuk menghadiri pertemuan dengan De Mistura.

Menurut sebuah laporan terbaru yang dikeluarkan oleh Pusat Penelitian Kebijakan Suriah, konflik yang disponsori Barat dan negara-negara Arab telah merenggut nyawa lebih dari 470.000 orang, 1,9 juta orang lain menderita luka-luka. (ARN)

About ArrahmahNews (12484 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: