News Ticker

NATO Tak Mampu Kalahkan Rusia, Ini Alasannya

27 Februari 2017,

LONDON, ARRAHMAHNEWS.COM – Anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tidak bisa melawan perang melawan Rusia, sebuah laporan mengatakan demikian, di tengah hubungan yang tegang antara Moskow dan aliansi militer Barat atas krisis di Ukraina.

Dewan Atlantik, sebuah kelompok think tank berpengaruh di Amerika Serikat (AS) pada Jumat (26/2/2016), merilis laporan yang menyatakan NATO tidak berdaya melawan Rusia jika terlibat perang di Eropa. Salah satu alasannya, menurut laporan itu, banyak anggota NATO yang mengalami krisis dana untuk membangun militernya. (Baca juga: Rusia Dapat Kalahkan NATO dan AS Kurang dari Tiga Hari)

Laporan mencontohkan, Jerman hanya memiliki 10 helikopter Tiger yang dapat digunakan dari 31 armada, dan hanya 280 kendaraan lapis baja Marder yang dapat digunakan dari total 406 armada.

Richard Shirreff, seorang perwira senior Angkatan Darat Inggris dan salah satu penulis laporan itu, mengatakan bahwa Inggris memiliki masalah kronis dalam “penyebaran brigade, apalagi sebuah divisi butuh kesiapan kredibel, ini akan menjadi tantangan besar”. (Baca juga: Rusia Ancam NATO Agar Tidak Ikut Campur Urusan Kami dan Turki)

Dia menambahkan bahwa London terpaksa memindahkan tank dari Kanada untuk menjalani servis, setelah digunakan untuk latihan yang dilakukan di Eropa tahun 2015, dan suku cadang armada Inggris sangat mengerikan”.

b6725959-870c-41de-9622-f49cb54304901

Laporan itu muncul sehari setelah Angkatan Udara AS Jenderal Philip M. Breedlove, mengatakan bahwa Amerika Serikat siap untuk mengalahkan Rusia “jika diperlukan”.

“Untuk melawan Rusia, EUCOM bekerja sama dengan sekutu dan mitra, yang menghalangi Rusia dan bersiap-siap untuk melawan dan menang jika diperlukan”, kata Breedlove. (Baca juga: HEBOH..Putin Ungkap 40 Negara Danai ISIS di KTT G20 dan Cibir NATO di Suriah

)

Hubungan antara Rusia dan NATO memburuk setelah Crimea dipisahkan dari Ukraina dan bergabung kembali dengan Federasi Rusia menyusul referendum Maret 2014.

Aliansi militer mengakhiri semua kerjasama praktis dengan Rusia atas krisis di Ukraina pada bulan April tahun 2014.

AS menuduh Moskow mendestabilisasi Ukraina dan telah memberlakukan sejumlah sanksi terhadap tokoh Rusia. Moskow, bagaimanapun menolak keterlibatan dalam krisis Ukraina.

Rusia telah berulang kali menegaskan penumpukan militer NATO di dekat perbatasannya, sebagai ancaman bagi perdamaian regional dan internasional. (ARN)

About ArrahmahNews (12499 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: