News Ticker

Terbongkar! UEA Lakukan Penyiksaan Keji Terhadap 2 Warga AS dan Kanada

27 Februari 2016

EMIRAT ARAB, ARRAHMAHNEWS.COM – Sebuah laporan mengatakan dua orang Amerika dan Kanada, yang memegang kewarganegaraan ganda, dan dua warga Libya lainnya mendapatkan penyiksaan keji saat dalam tahanan di Uni Emirat Arab (UEA).

Guardian melaporkan temuan pada hari Jumat (26/02), yang mengutip bukti-bukti dari sumber pemerintah UEA, yang telah meminta dirahasiakan nama mereka.

UEA_Lakukan_Penyiksaan_Keji_Terhadap_Warga_AS_Dan_Kanada

Warga negara Amerika yang bernama Kamal dan Mohammed Eldarat, dan Salim al Aradi dari Kanada ditahan bersama warga negara Libya, Issa al Manna, pada bulan Agustus 2014. Mereka ditahan secara rahasia tanpa pemberitahuan sampai Januari 2016, atas didakwaan mendukung terorisme.

Para ahli PBB menyatakan bahwa orang-orang itu sedang mencoba menempuh jalur hukum untuk menuntut balik setelah penangkapan dan penyiksaan yang mereka alami. Mereka tidak memiliki akses ke pengacara dan file kasus mereka sendiri, dan pengakuan yang ditandatangani selama penahanan mungkin hasil dari penyiksaan.

Selama masa tahanan, mereka juga menceritakan warga negara asing lain yang juga ditahan tanpa tuduhan, menjadi sasaran berbagai macam “teknik penyiksaan brutal”, termasuk sengatan listrik, pemukulan, dan jenis-jenis pelanggaran lainnya.

Para korban dipukuli, kadang-kadang menggunakan tongkat, kadang-kadang dijadikan “ring tinju” dalam keadaan tangan dan kaki dirantai.

Contoh lain dari perlakuan tidak manusiawi itu, termasuk “mencongkel kuku, menuangkan serangga beracun kepada tahanan, menyiram tahanan dengan air dingin dan dihadapkan dengan kipas angin, kurang tidur sampai 20 hari, ancaman pemerkosaan dan pelecehan seksual”.

Para pejabat konsuler Kanada telah mendokumentasikan “memar berdiameter sekitar dua inci di lengan kirinya dan kaki kananya” saat mengunjungi  al-Aradi.

Pada bulan Agustus tahun lalu, kelompok hak asasi yang berbasis di Inggris Amnesty International mengeluarkan laporan atas sejumlah penyiksaan yang menimpa al-Aradi hingga berada kondisi serius dan membutuhkan perawatan medis.

Sejak 2011, ketika beberapa negara Arab, termasuk Libya mulai melihat diri mereka dilalap protes anti-pemerintah, Uni Emirat Arab memberlakukan tindakan keras terhadap para aktivis yang menyerukan reformasi demokrasi di negara itu. [ARN]

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: