News Ticker

Teroris Itu Adalah Aku, dan Terorisme Sesungguhnya Adalah Pendudukan

27 Februari 2016,

MARYLAND, ARRAHMAHNEWS.COM – Kali ini Arrahmahnews menerbitkan ulang fragmen dari salah satu pidato anti-perang yang paling keras yang dilakukan oleh mantan Kopral Angkatan Darat AS di Irak, Michael Prysner, yang disampaikannya di Maryland pada acara Winter Soldier 2008. Pidato beberapa tahun lalu itu, masih sangat relevan dengan situasi saat ini, ketika sekali lagi atas nama pemberantasan terorisme, Amerika Serikat melangkahi kedaulatan dan mengabaikan hak-hak negara lain.

“Aku berusaha keras untuk bisa bangga pada tugasku, tapi yang bisa kurasakan hanya rasa malu. Rasisme tidak bisa lagi menutupi kenyataan pendudukan. Mereka adalah masyarakat, mereka adalah manusia. Telah lama aku gelisah oleh rasa bersalah, setiap kali aku melihat seorang pria tua, seperti orang yang kulihat tidak lagi bisa berjalan, yang kami gelandang begitu saja, dan mengatakan kepada polisi Irak untuk membawanya pergi. Aku merasa bersalah setiap saat kulihat seorang ibu dengan anak-anaknya, seperti yang pernah menangis histeris, dan berteriak padaku bahwa kami lebih buruk dari Saddam, karena kami memaksanya keluar dari rumah. Aku merasa bersalah setiap kali aku melihat seorang gadis muda, seperti yang pernah kuraih lenganny, dan kuseret ke jalanan. (Baca juga: Bukti-bukti Menunjukkan Amerika Membantu ISIS di Irak)

we-wereee-700x458
Kami diberitahu bahwa kami memerangi teroris…tapi teroris yang sesungguhnya adalah diriku sendiri, dan terorisme sesungguhnya adalah pendudukan ini. Rasisme didalam kemiliteran telah menjadi cara penting untuk membenarkan penghancuran dan pendudukan suatu negara. Hal itu telah lama dijadikan pembenaran untuk melakukan pembunuhan, penaklukan dan penyiksaan terhadap orang lain. Rasisme adalah senjata penting yang dipergunakan oleh pemerintah ini (Amerika Serikat). Hal itu adalah senjata yang lebih penting daripada senapan, tank, bomber, atau kapal perang. Hal itu lebih merusak daripada artileri shell, atau buster bunker, atau rudal tomahawk. (Baca juga: PM Irak: ISIS, Terorisme, Perang Dagangan Amerika dan Zionis di Timur Tengah

)

Sementara semua senjata itu diciptakan dan dimiliki oleh pemerintahan ini, semua itu tidak akan berbahaya jika tidak ada orang yang bersedia untuk menggunakannya. Mereka yang mengirim kami untuk berperang, tidak harus menarik pelatuk, atau menembakkan rudal. Mereka tidak harus berperang, mereka hanya harus menjual perang. Mereka membutuhkan publik yang bersedia untuk mengirim tentara mereka ke medan berbahaya. Mereka membutuhkan tentara yang bersedia untuk membunuh dan dibunuh, tanpa bertanya.

Mereka bisa menghabiskan jutaan dolar hanya untuk satu bom, tetapi bom itu hanya bisa menjadi senjata ketika jajaran militer bersedia mengikuti perintah menggunakannya. Mereka dapat mengirim setiap prajurit terakhir di mana saja di belahan bumi ini, namun perang hanya akan terjadi jika prajurit-prajurit itu bersedia untuk berperang. Dan para penguasa itu, milyarder yang mengeruk keuntungan dari penderitaan manusia lainnya, hanya peduli bagaimana menambah pundi-pundi kekayaan mereka dengan mengendalikan ekonomi dunia. (Baca juga: Turki dan Amerika Bentengi Teroris di Suriah dan Irak)

Pahamilah bahwa kekuasaan mereka hanya terletak pada kemampuan mereka untuk meyakinkan kita bahwa perang, penindasan, dan eksploitasi adalah kepentingan kita. Mereka memahami bahwa kekayaan mereka bergantung pada kemampuan mereka untuk meyakinkan kelas pekerja untuk mati, untuk mengontrol pasar negara lain, dan meyakinkan kita untuk membunuh dan mati, dan semua itu didasarkan pada kemampuan mereka untuk membuat kita berpikir bahwa kita, entah bagaimana, adalah superior (dibanding yang lain).

Tentara, pelaut, marinir, penerbang, tidak mendapat keuntungan apapun dari pendudukan ini. Sebagian besar orang yang tinggal di AS tidak memperoleh keuntungan dari pendudukan ini. Bahkan, tidak hanya kita tidak memperoleh keuntungan, tapi kami lebih menderita karena itu. Kami kehilangan anggota badan, bertahan dari trauma, dan mengorbankan kehidupan kami. keluarga kami harus menonton bendera-terbungkus peti mati diturunkan ke bumi.(Baca juga: TERUNGKAP! Bantuan Saudi dan CIA Untuk Teroris Jauh Lebih Besar Dari Yang Pernah Diperkirakan)

Jutaan rakyat di negara ini yang tidak menadapat perawatan kesehatan, pekerjaan, atau akses ke pendidikan, telah menyaksikan pemerintah ini menghambur-hamburkan lebih dari 450 juta dolar sehari untuk pendudukan (atas Irak) ini.

Masyarakat miskin dan pekerja dari negeri ini dikirim untuk membunuh masyarakat miskin dan bekerja dari negara lain, untuk membuat orang kaya lebih kaya. Dan tanpa rasisme, tentara itu akan menyadari bahwa mereka memiliki lebih banyak kesamaan dengan rakyat Irak, daripada dengan para milyarder yang mengirim kami untuk berperang.

Aku melemparkan keluarga-keluarga ke jalanan di Irak, hanya untuk pulang ke rumah dan menyaksikan keluargaku dilemparkan ke jalanan di negeri ini, dan itu adalah hal yang tragis, dan krisis pengambil-alihan yang tidak penting. (Baca juga: Analis; Membuka Tabir Wajah Asli Amerika)

Kita perlu bangun dan menyadari bahwa musuh kita yang sebenarnya tidak di berada negeri yang jauh, mereka bukan orang yang namanya kita tidak tahu, dan budayanya kita tidak mengerti. Musuh kita adalah orang yang kita kenal dengan sangat baik, dan orang yang dapat kita identifikasi. Musuh kita adalah sebuah sistem yang sengaja mengobarkan perang ketika itu menguntungkan. Musuh kita adalah CEO yang memecat kita dari pekerjaan kita ketika itu menguntungkan, ia adalah perusahaan asuransi yang menyangkal biaya perawatan kesehatan kita, bila itu menguntungkan, ia adalah bank yang mengambil rumah kita ketika itu menguntungkan.

Musuh kita bukan lima ribu mil jauhnya, mereka ada di sini di rumah. Ketika kita mengatur, dan bertengkar dengan saudara-saudari kita, kita bisa menghentikan perang ini, kita bisa menghentikan pemerintah ini, dan kita bisa menciptakan dunia yang lebih baik. (ARN)

About ArrahmahNews (12499 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: