News Ticker

Analis: Islamophobia Terinspirasi Zionisme Merebak di Seluruh Amerika

29 Februari 2016

INDIANA, ARRAHMAHNEWS.COM – Pembunuhan bergaya eksekusi yang baru-baru ini menimpa tiga pemuda Muslim Amerika berkulit hitam di negara bagian Indiana, adalah contoh terbaru dari gelombang ” Islamophobia terinspirasi Zionis ” yang merebak di seluruh Amerika Serikat. Hal ini diungkap seorang analis dan pembawa acara radio Amerika.

“Sentimen anti-Muslim di AS memburuk secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir sebagai akibat dari penembakan massal di San Bernardino, California, serta retorika anti-Islam oleh beberapa kandidat presiden dari Partai Republik AS,” kata Dr Kevin Barrett, seorang anggota pendiri Aliansi Muslim-Yahudi-Kristen. (Baca juga:Pilot Rusia Mengaku Disiksa di Penjara Amerika)

“Serangan San Bernardino pada 2 Desember 2015, yang diduga dilakukan oleh pasangan ekstrimis, ternyata adalah sebuah “operasi bendera palsu” yang dilakukan oleh tiga orang paramiliter kulit putih untuk menyebarkan perasaan negatif terhadap Muslim di AS,” jelas Barrett kepada Press TV pada hari Minggu (28/02).

“Peristiwa ini dirancang untuk menyisipkan kebencian kepada orang-orang Islam ke dalam pikiran bawah sadar dari masyarakat dan sayangnya hal itu bekerja,” tambahnya. “Amerika Serikat sedang menuju ke dalam keadaan seperti Nazi Jerman pada 1930-an.” (Baca juga:Salah Tembak, Seorang Ibu di Amerika Bunuh Putrinya Sendiri)

Pihak berwenang mengatakan sebuah penyelidikan sedang berlangsung setelah tiga pemuda ditemukan ditembak mati dengan “gaya eksekusi” di sebuah rumah yang telah ditinggalkan di Fort Wayne, Indiana.

“Tubuh mereka ditemukan hari Rabu di sebuah rumah di Fort Wayne,” kata Rusty York, direktur keamanan umum kota. (Baca juga:Analis: Amerika Dikendalikan Bukan Oleh Orang Amerika)

Kantor koroner mengidentifikasi korban sebagai Muhannad Adam Tairab, 17; Adam Kamel Mekki, 20; dan Mohamedtaha Omar, 23.

Islamofobia baru-baru ini melonjak di AS menyusul penembakan massal baru-baru ini di California dan Paris yang dibebankan sebagai suatu kesalahan pada pengikut agama Islam.

Barret menambahkan bahwa Retorika Anti-Islam juga melanda pemilihan presiden AS 2016, dengan calon GOP Donald Trump yang membuat kehebohan di negeri itu dan di seluruh dunia dengan mengusulkan “shutdown total dan sepenuhnya bagi kaum Muslim” untuk memasuki AS.

Miliarder real-estate mogul itu juga menyerukan database untuk melacak Muslim di seluruh Amerika Serikat, dan mengatakan bahwa Amerika “benar-benar tidak punya pilihan selain untuk menutup masjid”. (ARN)

About ArrahmahNews (12476 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: