News Ticker

Surat Terbuka Karyawati Swasta Kepada Kang Emil

29 Februari 2016,

JAKARTA, ARRAHMAHNEWS.COM – Salah satu akun facebook Sahara Djati seorang karyawati swasta ungkapkan curhatannya kepada kang Emil, tulisannya telah mendapat 1.200 like dan 227 share selama dua puluh jam, berikut tulisannya:

Assalamualaykum wr wb..

Salam sejahtera buat kang Emil dan keluarga…

Membaca status kang Emil di FP akang, membuat saya ingin menulis surat terbuka ini, semoga kang emil berkenan membaca dan memahami maksud yang terkandung dalam setiap kata yang saya tuliskan….

Saya karyawati swasta, dan kebetulan kita pernah jumpa di sebuah seminar tentang Lingkungan Hidup di mana kang Emil kami undang sebagai salah satu pembicara yang punya program-program perbaikan lingkungan, kebersihan dan tatakota Kota Bandung yang luar biasa. Akang menjelaskan banyak hal tentang kemajuan kota Bandung sejak akang menjabat, yaitu salah satunya keberhasilan kampanye akang, 1 orang 1 bio pori agar bandung bebas banjir yang ditaati warga bandung sehingga tercipta 1 juta biopori. Akang juga memperlihatkan slide antusias warga akang menyetor laporan tentang jumlah biopori yang telah mereka hasilkan. Dan ini membuat saya berdecak kagum…

Ridwan Kamil

Akang memperlihatkan juga program-program lain yang tak kalah kerennya, yaitu hari-hari yang bertema khusus, ada english day, nyunda day, bersepeda day, nobar day… dsb. Selain itu Akang memperlihatkan kolong-kolong highway yang dirubah menjadi taman-taman dengan design yang unik, warna warni, untuk tempat nongkrong anak-anak muda yang kalo gak salah disediakan wifi gratis dan LCD buat nobar. Pokoknya apa yang akang presentasikan membuat saya kagum, speechless dan diam-diam saya mengidolakan akang… suit.. suit…

Akang pun punya ide membeli mesin penghancur sampah di tiap-tiap kelurahan, namun dana tidak ada, lalu mengajak kami membantu melalui program CSR kami.

Dalam presentasi itu akang tak lupa bercerita tentang bagaimana ngenesnya akang karena PEMDA JABAR tidak mendukung program-program akang yang sangat brilliant itu, sehingga akang rela mendatangi perusahaan-perusahaan yang punya program CSR keren, untuk dimintai kerjasamanya, seperti perusahaan dimana saya mengabdikan diri.

Dan ini adalah salah satu yang membuat saya terenyuh, kasian, sekaligus geram. Kebetulan kan waktu itu presidennya masih pak melow, jadi saya mahfum dengan nasib akang.

Sekarang setelah pak Jokowi menjabat, apakah akang masih kesulitan dana untuk menjalankan program-program akang? Apakah akang masih mencari-cari dana tambahan ke perusahaan-perusahaan dan ke mancanegara seperti dulu?

Setelah saya sering bolak balik ke Bandung untuk tugas-tugas kantor, saya pun melihat program-program akang tidak 100% berjalan. Biopori sepertinya gak berfungsi deh kang, karena banjir masih ada. Tempat-tempat nongkrong juga gak terawat dengan baik. Hari-hari bertema pun gak ada yang pakai. Saya masih ingat waktu di hari yang dicanangkan sebagai english day, malah saya diajak ngomong sunda oleh kabid BPLHD JABAR di jalan Naripan. Masak pejabat gak tau ada program english day kang?

Kota bandung memang sudah rapih jika dibanding dengan sebelumnya, namun masih belum maksimal. Masih ada jalanan rusak, trotoar gompal, dan kurang penghijauan. Padahal kalo akang mau lebih maksimal, akang bisa tuh tanem bunga-bunga disepanjang kota bandung. Secara bandung itu kan taneman bunganya bagus-bagus dan pasti subur. Saya masih menyayangkan trotoar di jalan-jalan bandung yang gersang tak terawat.

Dan yang paling membuat saya illfeel adalah, di pusat perdagangan cihampelas, citywalk, di mana banyak orang-orang luar kota juga pelancong-pelancong asing yang datang berkunjung. Saya tidak melihat hal istimewa disitu kang. Jalanannya sempit, tapi kendaraan umumnya banyak. Pedagang-pedagang tidak teratur seperti di tanah abang jaman dulu. Padahal kalo akang benahi itu tempat, wow kereen kali kang. Buatlah design pusat perbelanjaan yang agak teratur kang, dan cantik. Saya yakin itu akan jadi salah satu tempat menarik untuk dikujungi wisatawan-wisatawan, apabila akang mau membenahi dan merubahnya menjadi nyaman bagi pengunjung. Saya pernah loh keserempet angkot di situ kang, karena bemper saya kan gede… jalanan yang sempit itu tak mampu membuat angkot berlalu tanpa menyenggol bemper saya… gak tau apa kalo saya lagi asik menikmati jalanan cihampelas yang konon apa-apa murah di situ….

Kang Emil yang berlesung pipit….

Saya kagumi akang karena keramahan akang, kehebatan akang, kelucuan akang sebagai pengamat jomblo-jomblo se Indonesia, juga kesederhanaan akang dalam kehidupan sehari-hari. Kelebihan-kelebihan akang itu sebetulnya modal kuat akang untuk menjadi salah satu Walikota idola. Namun bagi saya masih kurang. Sebab akang belum berani menerobos birokrasi di Jabar yang luar biasa HORORnya…

Ketika saya audit ke subcont-subcont kami, saya banyak mendapat keluhan dari mereka bahwa PUNGLI gila-gilaan itu masih mengakar dan membudaya kang. Mereka kesulitan mengurus izin lingkungan, K3, Kitas untuk pegawai asing, catering, izin usaha dsb, bila tanpa UANG SUAP. Bahkan saya pun mengalaminya sendiri bagaimana oknum-oknum dari mulai staf bupati hingga kepolisian yang mencari-cari kesalahan-kesalahan kami dengan hasil temuan BODONG. Sementara saya tahu persis, banyaknya penyimpangan-penyimpangan lingkungan yang membuat kali citarum MENGHITAM LEGAM. Saya juga tahu banyak soal dumping-dumping ilegal Limbah-limbah Beracun di persawahan dan tanah-tanah kosong yang sengaja di buang namun TIDAK ADA UPAYA-UPAYA PENGAMANAN.

Kami yang taat membuat izin, taat melakukan pengelolaan lingkungan malah dicari-cari kesalahannya untuk memperoleh SOGOKAN.

Kang Emil yang baik, jangan tersinggung ya… inilah fakta kang. Saya menulis ini pun sambil merasakan kegeraman yang sudah tak tertahankan. Seandainya pak Ahok menjadi Gubernur Jabar, saya yakin, orang-orang itu akan lari terbirit-birit. Tapi, masak iya saya mau merelakan gubernur saya untuk mengurus wilayah kekuasaan yang SEHARUSNYA menjadi konsentrasi akang.

Begini kang, bila rumah akang kotor karena males nyapu dan ngepel, talang rumah akang bocor, got-got mampet, kamar mandi dekil, apakah etis bila akang malah pindah ke rumah saya yang rapih, gak bocor, resik, karena setiap hari saya bersihkan? Bagaimana nasib rumah akang? Mau digondol maling gitu kang?

Melalui surat ini, saya memberikan pandangan-pandangan dan keberatan-keberatan saya bila akang nekat maju ke pilgub DKI. Bukan karena saya takut Gubernur saya kalah, tapi saya khawatir Bandung akan kehilangan akang dan khawatir akang akan kehilangan jabatan. Sebab saya yakin, seyakin-yakinnya, BAHWA WARGA DKI MASIH MENGINGINKAN AHOK untuk menyelesaikan pekerjaannya yang masih sangat banyak, dan mohon maaf bila saya tidak sopan, mengatakan bahwa, Kang Emil belum mampu berbuat seperti pak AHOK kami. Ngeri kang kalo akang nekat, banyak siluman APBD yang sadis-sadis… yang cuma takut sama Ahok.

Demikian kang, surat ini saya sampaikan, sekali lagi mohon maaf atas kata-kata yang tidak berkenan, mohon supporter akang dilarang komen di lapak saya ini ya kang. Soale mereka tuh kalo komen suka nyakitin ati. Mereka kan gak sebijak akang dalam menanggapi kritik-ktitik saya. Hatur nuhun Kang Emil nu kasep… Ai lopyupul… Salam Jabar 2 periode for U Kang!! (ARN0

Sumber: Akun Facebook Sahara Djati

About ArrahmahNews (12484 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on Surat Terbuka Karyawati Swasta Kepada Kang Emil

  1. Setuju and mantaaappp….. Orang2 baik jangan saling menjatuhkan…… Hidup Kang Emil, Hidup Ahok…..

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: