News Ticker

De Mistura: Ancaman Terbesar Gencatan Senjata Adalah ISIS dan Jabhat al-Nusra

Selasa, 01 Maret 2016,

PBB, ARRAHMAHNEWS.COM – Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, menganggap bahwa ancaman terbesar yang dihadapi dalam perjanjian penghentian pertikaian (gencatan senjata) di Suriah adalah organisasi teroris ISIS dan Jabhat al-Nusra yang tidak terlibat dalam perjanjian. Ia juga memperingatkan mengenai bahaya runtuhnya perjanjian sebagai akibat dari tindakan teroris dan beberapa pelanggaran yang terjadi.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Italia, Repubblica, de Mistura menegaskan bahwa insiden tertentu dan kesalahpahaman juga merupakan ancaman terhadap perjanjian. Ia mengatakan bahwa itu tidak bisa diterima untuk membicarakan mengenai perjanjian penghentian pertikaian yang melayani kepentingan satu pihak Suriah di atas yang lain. (Baca juga: Tentara Suriah Rebut Kembali Rute Kunci Pasokan ISIS)

De Mistura menolak kesalahan logika yang mengatakan bahwa Tentara Arab Suriah akan memanfaatkan perjanjian penghentian pertikaian, menambahkan bahwa menerapkan logika yang sama, dapat dikatakan bahwa perjanjian tersebut membuka kemungkinan yang sama untuk apa yang disebut “pejuang oposisi” jika dikatakan hal itu berfungsi sebagai “jeda untuk bernapas sebelum dimulainya kembali pertempuran”. (Baca juga: “ISIS” Permainan Kotor Barat ; Video)

Ia menggambarkan bahwa situasi di Suriah sebagai sesuatu yang “sangat rumit”. Ia juga mengakui bahwa penyelesaian tidak dapat berkembang tanpa insiden. “Tapi cara PBB menangani masalah ini menimbulkan harapan”, tambahnya. (ARN)

About ArrahmahNews (12505 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: