News Ticker

ISIS Rusak Bendungan Mosul, Baghdad dan Mosul Terancam Tenggelam

Selasa, 01 Maret 2016,

BAGHDAD, ARRAHMAHNEWS.COM – Pemerintah Irak dan kedutaan besar AS di Baghdad mengeluarkan peringatan terpisah atas warga yang tinggal di sepanjang Sungai Tigris terkait ancaman dari kemungkinan runtuhnya bendungan Mosul, terbesar di Irak.

ac1395a4-9066-4bff-a1f8-45c53d853733a

Dalam sebuah pernyataan pada Minggu (28/02), Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi meminta warga untuk mengevakuasi dari daerah tersebut dan bergerak setidaknya 6 km (3,7 mil) dari tepi sungai, TV Al Sumaria melaporkan.

Pernyataan itu mengatakan bahwa tindakan pencegahan telah diambil, namun kemungkinan runtuhnya bendungan, yang terletak sekitar 50 kilometer (31 mil) utara dari kota Mosul, masih “sangat kecil.”

Namun, kata kedutaan besar AS dalam sebuah pernyataan yang sama bahwa risiko runtuhnya bendungan tersebut sangat “serius dan belum pernah terjadi sebelumnya”.

“Kami tidak memiliki informasi spesifik yang menunjukkan kapan pelanggaran bisa terjadi, tapi untuk antisipasi dan kehati-hatian, kami ingin menggarisbawahi bahwa evakuasi yang cepat membutuhkan alat yang paling efektif untuk menyelamatkan nyawa ratusan ribu orang,” kata pernyataan kepada Rueters.

Menurut pernyataan itu, potensi runtuhnya bendungan dengan ketinggian air 70 kaki (21 meter) akan membanjiri Mosul, dan membunuh hampir 1,5 juta warga Irak yang tinggal di sepanjang sungai Tigris.

Bendungan ini memiliki luas 3,4 kilometer (2,1 mil) – selesai dibangun pada masa pemerintahan diktator Saddam Hussein pada tahun 1984. Pemerintah Irak telah berupaya menopang fondasi dengan menyuntikkan semen ke lapisan tanah dan rongga untuk mengendalikan rembesan.

Bendungan ini sebelumnya dikenal Dam Saddam, jatuh ke kelompok teroris ISIS pada bulan Agustus 2014, menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan kelompok Takfiri meledakkannya untuk membanjiri Mosul dan Baghdad dengan air dan membunuh sejumlah besar warga sipil.

Pasukan pemerintah Irak dan para pejuang Kurdi merebut kembali bendungan dua minggu kemudian, tetapi menurut para pejabat AS, ancaman runtuh tidak pernah hilang sejak militan ISIS mencuri peralatan dan membunuh para teknisi.

Pada awal bulan Februari, pemerintah mengumumkan bahwa mereka telah menggandeng perusahaan Italia Trevi untuk perbaikan dan pemeliharaan bendungan. Perdana Menteri Italia Matteo Renzi mengumumkan bahwa negaranya akan mengerahkan 450 tentara untuk melindungi bendungan selama perbaikan dilakukan, yang diprediksi menghabiskan waktu 18 bulan.

Menteri Sumber Daya Air Irak Mohsin Al-Shammari mengatakan awal bulan ini bahwa hanya ada “satu banding seribu” kemungkinan bendungan akan runtuh, dan menambahkan bahwa solusinya adalah membangun bendungan baru atau mendirikan dinding baru untuk menopang bangunan lama. (ARN)

About ArrahmahNews (12499 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: