News Ticker

BALAS DENDAM… Turki-Arab Perangi Suriah Lewat Lebanon

Rabu, 02 Maret 2016,

PARIS, ARRAHMAHNEWS.COM – Fabrice Balanche adalah seorang profesor Perancis dan spesialis geografi politik Suriah. Saat ini ia adalah anggota di Washington Institute (sebelumnya WINEP) yang merupakan bagian dari lobi Zionis di AS. Sejauh ini tulisan Balance untuk WINEP agak waras, dan ia seorang analisis netral.

Dalam sepotong analisanya yang diterbitkan pada tanggal 5 Februari, ia melihat kampanye Suriah memotong jalur suplai pemberontakan utara ke Turki. Pada akhirnya Balanche merenung tentang kemungkinan tindakan balasan oleh Turki dan Arab yang mendukung pemberontakan. (Baca juga: Dalam Waktu Dekat Dunia Akan Saksikan Kemajuan Besar Militer Suriah)

Namun, Turki dan Arab Saudi mungkin tidak pasif dalam menghadapi kemajuan Rusia-Iran di Suriah. Misalnya, mereka bisa mendirikan sebuah kelompok payung pemberontak baru yang mirip dengan Jaish al-Fatah atau mengirim rudal anti pesawat untuk brigade tertentu. Pilihan lain adalah membuka front baru di Lebanon utara, di mana kelompok-kelompok Salafi lokal dan ribuan pengungsi Suriah yang putus asa bisa terlibat dalam pertarungan.

Langkah tersebut akan langsung mengancam jantung Alawite Assad di Tartus dan Homs, serta jalan utama ke Damaskus. Pasukan rezim akan terkepung dan garis komunikasi Hizbullah, penguatan, serta pasokan antara Lebanon dan Suriah bisa dipotong. Pertanyaannya adalah, apakah Riyadh dan Ankara memiliki sarana dan kemauan untuk melakukan tindakan berbahaya ini? (Baca juga: Kemajuan Tentara Suriah Dalam Peperangan di Aleppo)

Turki, Arab atau CIA mungkin memiliki pikiran yang sama, atau mungkin telah mengambil ide Blanche;

Menurut sumber Yunani dan Turki, sebuah kapal kargo yang berisi ribuan senjata, amunisi, dan bahan peledak disita oleh otoritas Yunani pada tanggal 28 Februari. Kapal olahraga berbendera Togo – dilaporkan telah meninggalkan pelabuhan Turki di Izmir dan bepergian ke Libanon serta pantai Afrika tenggara. (Baca juga: WOW.. Penjaga Pantai Yunani Tangkap Kapal Sarat Senjata dan Amunisi dari Turki Menuju Lebanon)

Sumber di atas tidak selalu dapat diandalkan, tetapi Elia J. Magnier, melaporkan dari Suriah untuk harian AL RAI Kuwait membenarkan kabar tersebut;

Elijah-Akun-Twitter

Elijah_J_Magnier

Hal itu tidak mungkin operasi murni Turki. Saudi memiliki pengaruh yang sangat besar di Lebanon karena suap mereka untuk berbagai aktor di negara itu. Namun, pengaruh Saudi sekarang agak berkurang. Tak satu pun dari politisi utama Lebanon yang mau menuruti Saudi untuk mencari konflik dengan Suriah atau Hizbullah yang mendukung pemerintah Suriah. Namun masih ada kelompok-kelompok di Lebanon, khususnya Salafi yang dibiayai oleh Saudi.

Beberapa minggu yang lalu seorang pangeran Saudi dipenjara di Lebanon setelah tertangkap tangan membawa 2 ton pil Captagon amfetamin ke pesawat pribadinya. Ada juga rumor bahwa Saudi baru-baru ini menemukan sebuah video yang menunjukkan operator Hizbullah melatih pasukan Houthi di Yaman. Hal ini dianggap sebagai serangan langsung terhadap kepentingan Arab Saudi sehingga kerajaan memutus bantuan senjata (senilai $ 4 miliar) untuk militer Libanon yang dibeli dari Perancis. Seminggu yang lalu mereka memperingatkan semua warganya untuk meninggalkan Libanon, kemudian diikuti dengan negara-negara Teluk Persia (GCC). (Baca juga: Lebanon Tolak Pembebasan Pangeran Saudi, Bantuan Militer Dihentikan)

Kapal Turki yang tertangkap kemungkinan hasil kerjasama Saudi dan Turki. Idenya memang ceroboh yang bisa melempar Lebanon kembali ke tahun-tahun yang mengerikan dari perang sipil Lebanon. Tapi ide ini juga sangat berani yang membuat saya percaya bahwa asal-usul ide itu bukan dari Saudi atau Turki.

Kapal senjata mungkin bukan satu-satunya atau yang pertama kali. Hal ini sangat mungkin bahwa beberapa senjata telah mencapai Tripoli di Lebanon utara. Pada tahun 2012 beberapa pertempuran sengit meletus antara kantong Alawit di Tripoli dan beberapa lingkungan salafy. Kemudian tentara Lebanon turun tangan untuk menenangkan pertempuran dan ketegangan.

Dengan kiriman senjata untuk 10.000 orang dan aliran dolar untuk membayar mereka, ancaman serius ke jantung Suriah dapat diterapkan dalam beberapa minggu. Serangan dari wilayah Tripoli utara ke Latakia akan membuka front baru yang sangat berbahaya terhadap pemerintah Suriah. Mudah-mudahan pemerintah Suriah dan Hizbullah siap untuk memadamkan kampanye tersebut dalam masa-masa pertumbuhannya.

stratfor-lebanon

Stratfor, sebuah dinas intelijen swasta AS sedang mendistribusikan klaim ini;

Seorang politisi Sunni di Libanon mengatakan pemerintah Saudi meminta Stratfor membangun milisi anti-Hizbullah dengan menyediakan kamp-kamp pengungsi Suriah di Lebanon, dan memasok senjata kepada mereka. (ARN)

Sumber; Moon of Alabama

About ArrahmahNews (12490 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: