Mengapa CIA Tak Ingin Membunuh Bin Laden?

Rabu, 01 Maret 2016,

WASHINGTON DC, ARRAHMAHNEWS.COM – CIA telah menyia-nyiakan banyak kesempatan untuk membunuh Osama bin Laden sebelum 11 September 2001, karena mantan pemimpin Al-Qaeda itu pada dasarnya bekerja untuk pemerintah Amerika Serikat. Demikian diungkap Dr Kevin Barrett, seorang akademisi Amerika yang telah mempelajari peristiwa 9/11 sejak akhir 2003.

Dr. Barrett, anggota pendiri Panel Ilmiah untuk Investigasi 9/11, membuat pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara telepon dengan Press TV, pada hari Selasa (01/03), setelah badan intelijen AS membuka puluhan dokumen yang disita di tahun 2011 mengenai serangan terhadap tempat yang diduga sebagai persembunyian bin Laden, di Abbottabad, Pakistan. (Baca juga: AKHIRNYA…. CIA Akui Tutupi Fakta Dibalik Kematian John F. Kennedy)

Dokumen-dokumen tersebut, yang berisis mengenai tahap kedua dari serangan dan telah dideklasifikasikan sejak Mei 2015, menunjukkan bahwa bin Laden adalah bos aktif al-Qaeda sampai akhir hidupnya.

“Bin Laden sangat aktif menangani operasi sehari-hari al-Qaeda,” kata seorang pejabat intelijen senior yang akrab dengan dokumen-dokumen tersebut pada hari Senin,” tapi tampaknya entah bagaimana ia seperti tak tersentuh.” (Baca juga: Howard Nema: Tragedi Paris! Operasi Hitam CIA, MOSSAD Wujudkan Tatanan Dunia Baru)

Dr. Barrett mengatakan “masalah dengan cerita khusus ini adalah bahwa … ada begitu banyak kemungkinan masalah yang sulit diketahui dari mana memulainya, tetapi kita bisa mulai dengan apa yang dibuka Seymour Hersh tahun lalu, bahwa kisah pembunuhan Osama bin Laden adalah sebuah dongeng. Bahwa yang terjadi bukanlah seperti apa yang telah diberitahukan terjadi, pada hari ia diduga tewas. “

“Kesimpulan dari cerita Seymour Hersh benar-benar jelas sesuai dengan apa yang secara eksplisit telah dikatakan Hersh bahwa pemerintah Pakistan sepenuhnya menyadari segala yang telah bin Laden lakukan selama bertahun-tahun, dan bahwa pada dasarnya bin Laden berada di bawah tahanan rumah oleh pemerintah Pakistan, “tambahnya. (Baca juga: HEBOH…Kronologi Pasukan Hantu Rusia “Spetsnaz” Tangkap Agen “CIA” Dalang Jatuhnya Pesawat A321)

Hers secara eksplisit menyatakan bahwa sebenarnya Osama bin Laden adalah tahanan pemerintah Pakistan-AS selama 4-6 tahun sebelum ia dibunuh, waktu yang sama dengan yang diungkap dokumen-dokumen tersebut bahwa bin Laden mengendalikan secara penuh al-Qaeda.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di London Review of Books Mei 2015, wartawan investigasi AS, Seymour Hersh menulis bahwa kebohongan tingkat tinggi adalah “modus operandi tetap kebijakan AS, termasuk dengan penjara rahasia, serangan pesawat tak berawak, serangan khusus Pasukan malam, melewati rantai perintah, dan menghilangkan siapapun yang mungkin akan mengatakan “tidak”.

Hersh menulis bahwa para pejabat intelijen Pakistan memainkan peran penting dalam operasi “pembunuhan” bin Laden, meskipun pernyataan pemerintahan Obama bahwa pembunuhan itu dilakukan tanpa sepengetahuan mereka. (Baca juga: GEMPAR, Wikileaks Acak-acak dan Edarkan Dokumen Rahasia CIA)

Laporan tersebut mengklaim bahwa perwira militer Pakistan membantu helikopter AS memasuki negara itu dan bahwa seorang pejabat keamanan Pakistan memimpin pasukan Amerika langsung ke tempat Bin Laden tanpa perlawanan dari penjaga.

Bin Laden, aset CIA

” Dan sekarang, dengan asumsi bahwa informasi Hersh adalah benar, dan itu pasti jauh lebih masuk akal daripada apa pun yang dekat dengan versi pemerintah AS dan kejadian versi media mainstream Amerika Serikat, itu berarti kita harus benar-benar menyesuaikan kembali persepsi kita tentang siapa bin Laden itu, dan apa yang sebenarnya ia lakukan? “kata Dr. Barrett.

“Dan kita sudah tahu bahwa bin Laden bekerja untuk pemerintah AS … Ia diciptakan pada dasarnya oleh pemerintah AS dan badan-badan intelijen AS untuk melawan Rusia di Afghanistan. Itu berarti al-Qaeda adalah – database CIA!” jelas sang peneliti tersebut.

“Kita tahu bahwa tepat sebelum 9/11, pada bulan Juli 2001, bin Laden dirawat oleh dokter Amerika terkait CIA di Dubai, Dr Terry Calloway, dan ia dikunjungi oleh kepala CIA di Dubai, Mr. Larry Mitchell. Hal ini berulang kali dikonfirmasi oleh banyak outlet berita Eropa yang semua melaporkan cerita itu, “katanya.

“Kita tahu bahwa pada malam 9/11, sebenarnya pada tanggal 11 September 2001, bin Laden berada di rumah sakit, dirawat karena penyakit ginjal. Dan ia bisa dengan mudah ditangkap pada waktu itu jika AS mau, dan tentu saja ada banyak, banyak sekali kesempatan sebelum itu juga, “jelasnya.

“Jadi pada dasarnya gambaran yang kita dapat disini adalah bahwa bin Laden merupakan seorang agen Amerika. Dan ini telah dikonfirmasi oleh banyak, banyak sumber, seperti Veterans Today tempat saya bekerja,maupun orang-orang dengan latar belakang komunitas intelijen, “katanya.

“Jadi apa yang kita pelajari dari dokumen-dokumen terbaru ini, dengan asumsi bahwa mereka adalah otentik adalah, bahwa bin Laden akan telah menjalankan al-Qaeda atas nama intelijen Barat. Dan bahwa mereka menjaganya di bawah rumah tahanan virtual, yang memungkinkannya untuk melakukan pekerjaannya, tepat di sebelah markas militer Pakistan, bertahun-tahun,” tambah analis tersebut menjabarkan pengamatannya.

11 September 2001, yang juga dikenal sebagai serangan 9/11, adalah serangkaian serangan di AS yang menewaskan hampir 3.000 orang dan menyebabkan kerusakan sekitar 10 milyar dolar properti dan infrastruktur.

Para pejabat AS menegaskan bahwa serangan itu dilakukan oleh teroris al-Qaeda tapi banyak ahli telah mengangkat pertanyaan mengenai peristiwa yang sebenarnya terjadi dan mengatakan bahwa hal itu adalah operasi bendera palsu dan bahwa bin Laden hanyalah “bogeymannya” kompleks industri militer AS.

Mereka percaya bahwa oknum dalam pemerintah AS telah mengatur atau setidaknya mendorong serangan 9/11 untuk mempercepat mesin perang AS dan memajukan agenda Zionis. (ARN)

About ArrahmahNews (12465 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: