News Ticker

Pentagon Jual Bom Pintar ke Turki

Rabu, 02 Maret 2016,

ANKARA, ARRAHMAHNEWS.COM – Pentagon telah menandatangani perjanjian senilai hampir 700 juta dolar untuk penjualan bom pintar ke Turki seiring meningkatnya ketegangan antara Ankara dan milisi Partai Pekerja Kurdistan (PKK), di utara Irak.

Penjualan itu diumumkan pada hari Selasa (01/03) kemarin, bertepatan dengan waktu genting bagi militer Turki yang terus-menerus terlibat dalam penyerangan terhadap suku Kurdi di bagian utara Irak. (Baca juga: 4 Wartawan Asing Diserang di Perbatasan Turki-Suriah)

“Kesepakatan itu datang tepat waktu, karena kami sedang terlibat dalam perang asimetris dan perlu bom pintar,” kata seorang pejabat militer Turki, sebagaimana dikutip Defense

Pentagon memberikan kontrak tersebut kepada Ellwood Nasional Forge and General Dynamics and Taktis Ordnance Systems untuk penjualan badan bom dan komponen bunker busting BLU-109. Ankara mengharapkan transaksi akan selesai pada tahun 2020.

Berdasarkan laporan, bom BLU-109 merupakan inventaris Pentagon sejak tahun 1985 dan dikatakan telah digunakan pada militan di Irak dan Afghanistan. (Baca juga: Pesawat “Siluman” Rusia Bongkar Skandal Turki di Suriah)

Bom itu berisi 550 pon Tritonal peledak tingkat tinggi, kombinasi 80% TNT dan 20% bubuk aluminium. Sekering BLU-109 ini bisa menunda peledakan bom sampai bom benar-benar telah menembus bunker yang ditargetkan,guna memastikan kehancuran total.

Kesepakatan ini ditanda-tangani disaat Ankara terlibat dalam kampanye besar-besaran terhadap orang-orang Kurdi di wilayah perbatasan selatan dalam beberapa bulan terakhir. Aktivis berpendapat bahwa bentrokan itu telah menyebabkan kematian warga sipil dan menimbulkan kerusakan besar pada bangunan dan infrastruktur di wilayah tenggara negara itu. (Baca juga: Ankara Gunakan Krisis Suriah Untuk Layani Kepentingan Turki)

Sejak akhir Juli 2015, wilayah tenggara Turki ini telah menyaksikan meningkatnya kekerasan di tengah konfrontasi besar antara pasukan militer dan PKK, sebuah kelompok terlarang bagi Ankara, yang memperjuangkan wilayah otonomi Kurdi di Turki sejak tahun 1980-an.

Militer Ankara juga telah terlibat dalam serangan terhadap posisi kelompok Kurdi di Irak. Hal ini terjadi disaat Suriah tengah melakukan gencatan senjata dukungan AS dan Rusia. (ARN)

About ArrahmahNews (12510 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: