News Ticker

Presiden Assad; Kesabaran Kami Ada Batasnya atas Pelanggaran Gencatan Senjata

Rabu, 02 Maret 2016,

DAMASKUS, ARRAHMAHNEWS.COM – Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan, tentara sejauh ini telah menahan diri dari menanggapi pelanggaran gencatan senjata, tetapi kesabaran kami ada “batasnya”.

“Para teroris telah melanggar kesepakatan dari hari pertama,” Presiden Suriah yang dikutip oleh media pemerintah pada Selasa (1/03) mengatakan dalam sebuah wawancara dengan penyiar radio Jerman ARD Weltspiegel yang akan disiarkan secara penuh kemudian. (Baca juga: Rusia: Teroris Lakukan 31 Pelanggaran Sejak Awal Berlakunya Gencatan Senjata)

“Kita sebagai tentara Suriah telah menahan diri dari menanggapi pelanggaran gencatan senjata untuk memberikan kesempatan mempertahankan perjanjian dan itulah yang bisa kita lakukan. Tapi pada akhirnya ada batas dan itu semua tergantung pada pihak lain”.

Presiden Bashar Assad mengatakan penghentian permusuhan adalah “secercah harapan,” dan menambahkan, “Kami akan memainkan peran kita untuk membuat semua berjalan dengan baik”.

Bashar Assad juga menyatakan bahwa rakyat Suriah telah menderita “bencana kemanusiaan” akibat konflik yang disponsori oleh Barat dan negara-negara Arab di Suriah, yang dimulai pada bulan Maret 2011. Setidaknya konflik berdarah ini telah merenggut nyawa 470.000 orang dan meninggalkan 1,9 juta cedera, menurut Pusat Penelitian Kebijakan Suriah. (Baca juga: De Mistura: Ancaman Terbesar Gencatan Senjata Adalah ISIS dan Jabhat al-Nusra)

Presiden Suriah menawarkan amnesti kepada para pemberontak yang akan meletakkan senjata mereka, dan mengatakan mereka bisa “kembali pada kehidupan normal”.

Pada hari Selasa, PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov sepakat bahwa ada kebutuhan mendesak untuk menerapkan perjanjian gencatan senjata. (Baca juga: Militan Turki Langgar Gencatan Senjata Dengan Serangan Artileri ke Tel Abyad)

“Mereka sepakat tentang pentingnya segera bergerak maju secara bersamaan pada pelaksanaan perjanjian penghentian permusuhan, dan memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil, serta kembali mengadakan negosiasi politik,” kata pernyataan itu, merujuk pada dua pejabat di PBB seperti yang dikutip dari Presstv. (ARN)

About ArrahmahNews (12511 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: