News Ticker

Rusia Serukan Perbatasan Turki-Suriah Ditutup Untuk Hentikan Pasokan Senjata

Rabu, 02 Maret 2016,

MOSKOW, ARRAHMAHNEWS.COM – Menteri Luar Negeri Rusia menyerukan penutupan perbatasan Turki dengan Suriah, dan mengatakan bahwa wilayah itu digunakan untuk menyelundupkan senjata untuk memasok kelompok teror yang beroperasi di Suriah.

Perbatasan-Turki-Suriah

Sergei Lavrov mengatakan kepada Dewan HAM PBB di Jenewa pada hari Selasa (1/03) bahwa beberapa senjata selundupan disembunyikan dalam kargo bantuan kemanusiaan.

“Tugas yang sangat penting adalah memotong pasokan teroris dari luar. Untuk tercapainya tujuan ini, sangat penting menutup perbatasan Suriah-Turki, karena para teroris menerima senjata dari perbatasan ini, baik dengan kedok konvoi kemanusiaan atau lainnya” kata Lavrov kepada TASS.

Lavrov lebih lanjut menjelaskan kekalahan telak kelompok teroris ISIS dan Front Al Nusra serta kelompok teror yang masuk dalam daftar PBB dan sebagai “prasyarat gencatan senjata”. (Baca juga: Putin Marah Besar: Jet Tempur Sukhoi SU-24 Ditembak, Ternyata Turki Tusuk Kami dari Belakang

)

Turki adalah salah satu di antara para pendukung utama dari kelompok teroris yang beroperasi di Suriah. Laporan mengatakan bahwa Ankara aktif melatih dan mempersenjatai teroris Takfiri serta memfasilitasi perjalanan yang aman bagi mereka ke Suriah.

Ankara juga telah dituduh beberapa kali terlibat dalam perdagangan minyak ilegal dengan ISIS. Rusia memiliki gambar dan video yang konon menunjukkan pergerakan truk-truk tanker minyak dari daerah yang dikendalikan oleh ISIS menuju Turki.

Pada tanggal 28 Februari, pusat pemantauan gencatan senjata Rusia di Suriah mengatakan sedang memverifikasi laporan bahwa serangan terhadap kota Kurdi, Tal Abyad dilakukan oleh militan yang berasal dari Turki. (Baca juga: IN MEMORIAM, Serena Shim, Wartawan Pemberani Yang Ungkap Perang Kotor AS, Turki, ISIS di Suriah)

Militan ISIS melancarkan serangan untuk mengambil kembali kota strategis Tal Abyad dan Suluk pada tanggal 27 Februari, seorang pejabat di Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), Redur Xelil mengatakan, dan menambahkan bahwa kota-kota diserang dari dua sisi dengan beberapa teroris yang maju dari perbatasan Turki dan beberapa orang lain dari selatan.

Pada tanggal 16 Februari, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov juga mengumumkan bahwa teroris yang aktif di wilayah barat laut Suriah menerima senjata yang diselundupkan melalui perbatasan Turki pada malam hari. (Baca juga: Erdogan Mengancam Wartawan Penyebar Video Truk Pembawa Amunisi ke Suriah)

c56ca57e-4e58-4048-8625-f63929ffe8c

Pada bulan Mei 2015, harian Cumhuriyet Turki memposting di situsnya rekaman video yang menunjukkan truk milik Intelijen Nasional Turki (MIT), membawa senjata dan mortir untuk kelompok militan di Suriah. Video Cumhuriyet juga konon menunjukkan truk dari MIT yang diperiksa oleh petugas keamanan. (Baca juga: Turki Kirim Truk Sarat Dengan Senjata, Amunisi ke Suriah)

Harian Cumhuriyet melaporkan bahwa truk membawa sekitar 1.000 mortir, ratusan peluncur granat dan lebih dari 80.000 butir amunisi untuk senjata ringan dan berat. Sementara pemerintah Turki membantah tuduhan itu, dan mengatakan bahwa truk membawa bantuan kemanusiaan ke Suriah. (ARN)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: