News Ticker

Sayyed Hassan Nashrullah: Saudi Sebar Konflik Sektarian di Timur Tengah

Rabu, 02 Maret 2016.

BEIRUT, ARRAHMAHNEWS.COM – Sayyed Hassan Nashrullah, sekretaris jenderal Gerakan perlawanan Libanon, Hizbullah, mengatakan bahwa Arab Saudi berusaha untuk menghasut “perselisihan” antara kelompok Syiah dan Sunni di kawasan.

Berbicara dalam pidato televisi di Beirut, Selasa (01/03), Nashrullah mengatakan bahwa perpecahan di kalangan umat Islam adalah sebuah “ancaman besar,” agenda Arab Saudi adalah menciptakan perselisihan di Lebanon, khususnya di kalangan Syiah dan Sunni. (Baca juga: Sekjen Hizbullah: Intervensi Darat Turki-Saudi Karena Gagalnya Teroris Dukungan Mereka di Suriah)

Meminta masyarakat Lebanon untuk tidak merasa terintimidasi oleh ancaman yang ditimbulkan oleh Arab Saudi dan Israel, yang berusaha untuk menciptakan perselisihan di negara-negara di mana komunitas Sunni dan Syiah hidup bersama. Ia memperingatkan bangsa Libanon agar menolak “melayani” tujuan Israel dan Saudi tersebut.

Pemimpin Hizbullah itu juga menuntut Arab Saudi untuk bertanggung jawab atas pemboman mobil yang telah menargetkan Lebanon, Suriah dan Irak sejak tahun 2003. (Baca juga: Pasukan Suriah dan Hizbullah Rebut Kembali Kendali Penuh Atas Khan Touman di Provinsi Aleppo)

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa penangguhan bantuan Saudi untuk tentara Lebanon telah menimbulkan beberapa kekhawatiran di Lebanon yang pada gilirannya telah menyebabkan propaganda media secara luas terhadap Hizbullah oleh Saudi dan beberapa negara Teluk Persia.

Pada tanggal 20 Februari, Arab Saudi menangguhkan bantuan militer senilai 3 miliar dolar kepada tentara Lebanon dan 1 milyar dolar untuk pasukan keamanan internal negara itu. Keputusan itu muncul menyusul kemenangan baru-baru ini oleh tentara Suriah, yang didukung oleh pejuang Hizbullah, melawan militan teroris takfiri yang berusaha untuk menggulingkan pemerintah Damaskus. (Baca juga: Ratusan Teroris ISIS Melarikan Diri Akibat Serangan Serempak Suriah, Rusia, dan Hizbullah)

Mengacu pada suspensi bantuan Saudi yang bagi Hizbullah hanya sebagai manuver politik, Sayyed Hasan Nashrullah mengatakan dalam pernyataannya, bahwa langkah tersebut memperlihatkan wajah asli Arab Saudi dan membantah klaim monarki tersebut tentang aksi mereka memerangi terorisme.

Nasrallah mengatakan propaganda Saudi terhadap Hizbullah telah menyebabkan konflik politik di Lebanon, dan menyarankan pemuda Lebanon melawan permainan Arab Saudi, yang menurutnya telah menyebar kebohongan tentang Hizbullah dan menuduh gerakan perlawanan menabur perselisihan sektarian antara Syiah dan Sunni.

“Siapa yang kita pengaruhi ketika kita memotong jalan? Kita mempengaruhi orang-orang kita sendiri dan menyebabkan ketidaknyamanan di lingkungan mereka, dan saya meminta kalian untuk bertindak dengan cara yang beradab saat kalian mendengar atau melihat sesuatu,” katanya, mengacu pada protes di negaranya selama akhir pekan ini, setelah saluran TV milik Saudi menyiarkan acara yang menghina pemimpin kelompok perlawanan tersebut. (Baca juga: Tentara Suriah dan Hizbullah Menang di Zabadani)

Ia juga mengecam keheningan dunia Arab dalam menghadapi agresi Riyadh pada Yaman, di mana lebih dari 8.000 orang telah kehilangan nyawa mereka sejak serangan Saudi dimulai pada akhir Maret tahun lalu.

Nasrallah memperingatkan bahwa ada beberapa kelompok di Lebanon yang berharap untuk melihat perang di Lebanon seperti yang telah dilancarkan Riyadh terhadap Yaman. (ARN)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: