News Ticker

Turki Kembali Nodai Kebebasan Pers Dengan Penutupan Sejumlah Media

Rabu, 02 Maret 2016,

ANKARA, ARRAHMAHNEWS.COM – Pihak berwenang di Turki kembali menutup media yang terkait Fethullah Gulen. Fethullah Gulen adalah seorang politikus dan aktivis Turki yang tinggal di AS serta musuh bebuyutan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Oktober lalu, negara menyita Koza Ipek Holding, seorang konglomerat yang terkait dengan Gulen, serta bisnis medianya termasuk surat kabar Bugun dan stasiun televisi Kanalturk atas tuduhan penyimpangan keuangan. (Baca juga: Rusia Hancurkan Harga Diri dan Bisnis Haram Erdogan Dengan ISIS di Suriah)

Gulen dianggap lawan vokal Erdogan dan kebijakan-kebijakannya. Presiden Turki menuduh Gulen dan pengikutnya bersekongkol untuk menggulingkan penguasa Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), sementara Gulen berkali-kali menyangkalnya.

Polisi dan jaksa dituduh bersimpati kepada Gulen dengan membuka penyelidikan korupsi dalam lingkaran Erdogan pada 2013 yang mendorong pemerintah Turki mengeluarkan tindakan keras terhadap kepentingan komersial Gulen. Keputusan pemerintah pada akhirnya membersihkan tuduhan korupsi yang disangkakan pada Erdogan oleh pihak polisi dan peradilan.

Dalam perkembangan terpisah, Selasa (1/03) Zuhtu Arslan Mahkamah Konstitusi Turki, membela kemerdekaan pengadilan setelah Erdogan dan menteri kehakiman menolak putusan atas penahanan dua wartawan terkenal yang dituduh melanggar hak-hak mereka.

Erdogan mengatakan pada hari Minggu bahwa ia tidak mengakui putusan pengadilan yang membebaskan Can Dundar editor harian Cumhuriyet, dan kepala biro Ankara, Erdem Gul. (Baca juga: Catherine Shakdam: Turki-Saudi Bangkitkan Imperialisme Ottoman di Suriah)

Kedua wartawan telah berada di bawah tahanan sejak akhir November 2015 atas tuduhan pengkhianatan, spionase, dan propaganda teroris.

03d60ccb-bb0e-492d-b95b-95cbcfad3b91

Pada akhir Mei 2015, Cumhuriyet memposting rekaman video yang menunjukkan truk milik Intelijen National Turki (MIT) membawa senjata untuk kelompok Takfiri di Suriah. Ankara membantah tuduhan tersebut, dan mengatakan truk membawa bantuan kemanusiaan ke Suriah.

“Keputusan yang diambil oleh pengadilan konstitusi dengan menggunakan kewenangannya, mengikat untuk semua orang dan setiap lembaga,” kata Arslan dalam konferensi pers di Ankara, dan menambahkan, “Kami melakukan tugas kami. Kami tidak melihat siapa yang membuat aplikasi. Kami tidak di pihak siapa pun atau terhadap siapa pun”. (ARN)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: