News Ticker

IRONIS! Erdogan Minta Nigeria Ikuti Caranya “Perangi” Teroris

3 Maret 2016

ABUJA, ARRAHMAHNEWS.COM – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mempromosikan “pengalaman memerangi teror” yang selama ini dimilikinya kepada Presiden Nigeria, dengan menyebutnya sebagai cara pemulihan untuk krisis yang disebabkan oleh kelompok teroris Takfiri Boko Haram di negeri yang dikunjunginya itu.

“Kami siap untuk memerangi terorisme dengan Nigeria. Kami ingin Anda untuk menikmati pengalaman kami di bidang pertahanan, “kata Erdogan dalam konferensi pers bersama dengan timpalannya dari Nigeria, Muhammadu Buhari di ibukota Abuja, Rabu (02/03) kemarin. (Baca juga:Protes Anti Erdogan Meluas, Bentrok di Diyarbakir Tak Terhindarkan)

Presiden Turki itu juga memuji pasukan Nigeria dalam memerangi pemberontakan dengan mengatakan “setiap teror di Nigeria sangat menyakitkan hati kami.”

Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa terorisme “adalah sama di seluruh dunia”. Tidak memiliki agama atau kebangsaan. Pernyataan ini diungkap Erdogan sementara disaat yang samaTurki telah terlibat pertempuran dengan elemen yang mereka definisikan sebagai teroris seperti Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), serta melakukan serangan terhadap warga Kurdi di Irak utara dan Suriah. (Baca juga:Erdogan Kena Perangkap Washington Seperti “Saddam Husein”)

Presiden Buhari, pada gilirannya, mengucapkan terima kasih Erdogan atas dukungannya selama “masa sulit” yang dialami negaranya.

Erdogan juga menyatakan minatnya untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral dengan negara Afrika itu. Presiden Turki saat ini sedang melaksanakan tur ke empat negara Afrika. Ia melakukan perjalanan ke Pantai Gading pada hari Senin dan Ghana pada Selasa dan tiba di Guinea pada akhir Rabu. (Baca juga:Ambisi Erdogan Bangkitkan “Kekaisaran Ottoman” Kandas)

Meskipun memiliki kemajuan baru-baru terhadap kelompok teroris, Nigeria masih diganggu oleh aktivitas teroris Boko Haram, yang namanya secara kasar diterjemahkan menjadi “pendidikan Barat itu dilarang.” Sejak 2009, Nigeria telah berurusan dengan militansi mematikan di mana sekitar 20.000 orang telah tewas dan lebih dari 2,5 juta orang lain yang kehilangan tempat tinggal.

Kunjungan Erdogan ke Nigeria sendiri diartikan memiliki maksud tertentu oleh beberapa pihak, terkait nasib Syeikh Zakzaky yang ditangkap pemerintah Nigeria pada Desember lalu. Mengingat setelah kunjungan Erdogan ke Arab Saudi diikuti dengan pelaksanaan Eksekusi Syeikh Nimr al Nimr, dikhawatirkan kunjungan Erdogan kali ini juga akan berpengaruh terhadap nasib Syeikh Zakzaky.

Kantor berita “Isna” Iran mengaitkan kunjungan Erdogan ke Riyadh pada 27 Desember tahun lalu dengan pengumuman Kerajaan Arab Saudi terkait eksekusi mati Nimr Al-Nimr pada 2 Januari. Pengumuman eksekusi itu adalah kesepakatan antara Riyadh dan Ankara guna memprovokasi dan memancing amarah Iran. Provokasi ini ditambah juga dengan pengumuman kesepakatan diantara mereka tentang eskalasi perang Yaman.

Sementara itu Televisi “Al-Alam” menyampaikan analisa panjang tentang Erdogan, ia digambarkan sebagai politikus menyimpang, munafik dan murahan. Erdogan dianggap telah menyimpang dari sikap beberapa sekutunya di NATO dan rekan-rekannya di Barat, bahkan menyimpang dari pandangan para pemimpin Arab, dikarenakan ia menyebut perihal pelaksanaan eksekusi mati Nimr adalah murni urusan internal Arab Saudi. (ARN)

About ArrahmahNews (12478 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: