News Ticker

Protes Anti Erdogan Meluas, Bentrok di Diyarbakir Tak Terhindarkan

Kamis, 03 Maret 2016,

TURKI, ARRAHMAHNEWS.COM – Bentrokan meletus di kota Diyarbakir setelah para pengunjuk rasa menuntut diakhirinya jam malam yang melumpuhkan ekonomi daerah tersebut.

Polisi Turki pada Rabu (2/03) menghentikan para demonstran yang merangsek menuju distrik Sur dengan meriam air dan gas air mata, Anadolu melaporkan.

Laporan media setempat mengatakan bentrokan terus terjadi di bagian tengah kota Diyarbakir, sebagian pengunjuk rasa juga terlihat membakar ban, kardus dan kemasan di tengah jalan.

Diyarbakir adalah kota yang mayoritas penduduknya Kurdi. Orang-orang Kurdi di Diyarbakir telah berada di bawah jam malam sejak 2 Desember tahun lalu. Selain pemberlakuan jam malam, pemerintah juga melakukan tindakan represif dalam upaya membasmi tersangka militan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di daerah itu, menurut klaim Turki. (Baca juga: Analis Politik: Pasukan Kurdi Akan Berikan Respon Mematikan Untuk Tanggapi Invansi turki)

Bentrokan terjadi beberapa jam setelah sebuah bom meledak di pusat distrik Yenisehir, yang terletak di utara Diyarbakir. Seperti biasa para pejabat Turki menuduh PKK dibalik serangan itu. Laporan setempat mengatakan setidaknya satu orang tewas dan empat lainnya luka-luka dalam insiden itu.

Ankara telah memutuskan menghapus sebagian jam malam di Cizre, kota flashpoint yang didominasi Kurdi, tetapi untuk kota Diyarbakir akan terus diberlakukan karena kekerasan sepenuhnya belum mereda.

Warga Cizre mulai kembali pulang pada hari Rabu, namun naas mereka menemukan kehancuran bangunan dan reruntuhan rumah-rumah mereka. Mereka melarikan diri dari kota pada pertengahan Desember ketika operasi keamanan mulai diberlakukan terhadap posisi PKK. (Baca juga: Gerakan Perempuan Kurdi di Paris Gelar Unjuk Rasa Kecam Kekejaman Turki)

Tentara Turki mengatakan telah berhasil membunuh sekitar 670 anggota PKK sejak tindakan keras dimulai pada akhir Juli. Para pejabat dari Partai Demokrat pro rakyat Kurdi (HDP) mengatakan bagaimanapun kebanyakan dari mereka yang tewas adalah warga sipil.

Unjuk rasa di Diyarbakir datang setelah HDP menyerukan demonstrasi di Sur untuk menuntut diakhirinya jam malam. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam ajakan tersebut, dan mengatakan itu adalah “panggilan untuk teror”. (ARN)

About ArrahmahNews (12476 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: