News Ticker

TAK TAHU MALU… Duta Besar Saudi untuk Inggris Dustakan Fakta Perang Yaman

Kamis, 03 Maret 2016,

INGGRIS, ARRAHMAHNEWS.COM – Salah satu Pangeran Saudi mengakui bahwa negaranya telah melakukan serangan terhadap Yaman dan rakyat Yaman, ia juga mengakui kegagalannya dalam perang yang berlangsung sejak setahun penuh itu, dia mengklaim bahwa negaranya menghindari jatuhnya korban sipil. Klaim itu bertentangan dengan keterangan Sekretaris Jenderal PBB tentang hasil penyelidikan dalam pembantaian mengerikan warga sipil di Yaman. (Baca juga: Mansur Hadi Gadaikan Pulau Socotra Sepihak Kepada Emirat Untuk Biaya Perang Yaman)

Pangeran Muhammad bin Nawaf seorang duta besar Saudi di Inggris mengatakan bahwa negaranya mencari solusi politik di Yaman dan tidak lain tujuannya tidak sepenuhnya untuk menghabisi para pendukung setia Houthi atau melanjutkan perang tanpa akhir di sana.

Ucapan bin Nawaf bertentangan dengan fakta yang ada, dimana serangan udara selama beberapa hari terakhir yang menargetkan pasar rakyat sipil dan menewaskam puluhan warga sipil, hal ini telah menampakkan kepada dunia ekspresi rasa keputusasaan berat agresor Saudi.

Pejabat Saudi itu menyampaikan kepada media Inggris “Telegraph” bahwa negaranya menyampaikan rasa penyesalan yang mendalam akan jatuhnya korban dari warga sipil di Yaman dan bahwa negaranya melakukan upaya untuk menghindari jatuhnya korban sipil. (Baca juga: Catherine Shakdam: Adu Domba Asing dan Kelicikan Saudi Diantara Perlawanan Bangsa Yaman)

Agresi Saudi pada hari Sabtu lalu telah melakukan pembantaian brutal terhadap warga sipil dengan menargetkan pasar umum di distrik Nahm, 40 kilometer timur ibukota Sana’a Yaman, yang telah menewaskan 40 orang dan melukai setidaknya 30 orang lainnya. Meski muncul pernyataan keras dari Sekretaris Jenderal PBB namun Pangeran Saudi bin Nawaf mengakui kegagalan agresinya terhadap Yaman, ia mengklaim bahwa invasinya itu dikarenakan adanya serangan terhadap negaranya oleh mereka yang ia sebut sebagai “pemberontak”  sambil mengakui bahwa perang itu ” membuat Al-Qaedah dan ISIS semakin berkembang dan mewakili ancaman yang jelas terhadap daerah dan masyarakat internasional”, dikutip dari Middle East Panorama (01/03).

Apa yang dikatakan duta besar Saudi sangatlah bertentangan dengan fakta yang terjadi dilapangan di beberapa provinsi selatan, dimana negaranya dengan jelas telah memberikan dukungan kepada Al-Qaeda dan ISIS setelah mereka berhasil mengambil kendali secara utuh beberapa kota termasuk Aden, Shabwa, Hadramaut dan Abyan. Tidak ada satupun pernyataan yang mengutuk atau sikap resmi Saudi yang mengecam tindakan memalukan Al-Qaeda dan ISIS yang telah membantai para tentara dan telah berulang kali melakukan aksi bom bunuh diri, serta menargetkan setiap warga sipil di Yaman utara dan selatan yang memiliki kaitan dengan tentara maka akan dipenggal kepalanya. (Baca juga: Tuhan Tampakkan Wajah Sadis Kerajaan Saudi di Yaman)

Apa yang telah dikatakan duta besar Saudi bahwa negaranya “menganggap penting untuk mengatasi dan memperbaiki ketidakstabilan disana sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perang melawan terorisme” ini adalah sebuah omong kosong yang bertentangan dengan fakta yang terjadi di sejumlah provinsi selatan. Selama wawancara dengan surat kabar Inggris bin Nawaf juga mengakui, adanya bantuan dari pemerintah Inggris dalam agresinya disana dengan memberikan penyuluhan militer dan pelatihan bagi para prajurit dan koalisi Saudi. (ARN)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Ali Abdullah Saleh Mantan Presiden Yaman Lolos dari Percobaan Pembunuhan – VOA ISLAM NEWS

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: