News Ticker

Turki Tuntut Senjata dari Israel Sebagai Imbalan Normalisasi Hubungan

3 Maret 2016

ANKARA, ARRAHMAHNEWS.COM – Seorang wakil yang ditunjuk oleh Departemen Pertahanan Turki telah dikirim ke Israel untuk mendapatkan senjata buatan Israel dan peralatan pesawat sebagai syarat normalisasi hubungan antara kedua negara, Jerusalem Post menukil dari harian Kuwait melaporkan pada Rabu (2/03).

Menurut surat kabar al-Jarida Kuwait, Menteri Pertahanan Turki Ismet Yilmaz mengirim utusan khusus untuk bertemu dengan eselon keamanan Israel untuk menegosiasikan persyaratan keuangan mengenai penjualan senjata.

Israel pada gilirannya telah menuntut untuk mengetahui apakah senjata-senjata itu ditujukan untuk menyerang pemberontak Kurdi di perbatasan Turki-Suriah, menurut laporan tersebut.

Pemerintah Turki menegaskan bahwa pembelian senjata, termasuk pembelian pesawat tak berawak, adalah bagian dari perjanjian kerangka kerja yang lebih luas di mana kedua negara akan menormalkan hubungan, menurut laporan al-Jardia.

Israel belum menanggapi permintaan Turki, dan masih menunggu apakah Ankara masih berkomitmen untuk menghormati perjanjian sebelumnya untuk membeli gas dari negara Israel. Pada gilirannya, Turki juga belum menanggapi pertanyaan Israel mengenai penggunaan UAV terhadap Kurdi.

Menanggapi laporan bahwa Turki dan Israel hampir mencapai kesepakatan melakukan normalisasi hubungan, Menteri Pertahanan Israel Moshe Ya’alon mengatakan bahwa sulit melanjutkan negosiasi jika Turki terus mendukung organisasi teroris Hamas dan Ikhwanul Muslimin.

“Saya tidak yakin jika kita dapat mencapai kesepakatan” jika mereka terus mendanai organisasi-organisasi ekstremis ini, kata Ya’alon. “Mereka harus mematuhi ketentuan perjanjian kita sehingga kita dapat mengatasi hambatan tersebut,” tambahnya.

hubungan Turki-Israel memburuk sejak Mei 2010 setelah serangan Israel ke kapal Turki, Mavi Marmara, yang menyebabkan sepuluh orang tewas saat kapal berusaha untuk menembus blokade di Jalur Gaza.

Setelah insiden Mavi Marmara, Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan menempatkan tiga kondisi pada normalisasi hubungan: permintaan maaf Israel, kompensasi dan pencabutan blokade Gaza.

Netanyahu meminta maaf pada 2013 dan masalah kompensasi tampaknya telah diselesaikan. Para pejabat Israel mengatakan Israel tidak akan mencabut blokade, yang dianggap sebagai benteng penting untuk keamanan, dan menghentikan dukungan Turki terhadap Hamas. [ARN]

About ArrahmahNews (12557 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: