News Ticker

Persatuan Ulama Libanon Kecam Keputusan GCC Soal Hizbullah

Minggu, 06 Maret 2016,

LIBANON, ARRAHMAHNEWS.COM – Persatuan Ulama Libanon menyatakan keputusan memasukkan gerakan perlawanan Islam Hizbullah sebagai “organisasi teroris” oleh anggota Dewan Kerjasama Teluk Persia (GCC) mengungkap kesamaan GCC dengan rezim Israel.

Persatuan Ulama Libanon (semua madzhab) menyatakan bahwa keputusan itu diambil setelah para pejabat negara-negara Teluk Persia melakukan pertemuan rutin dengan Israel.

Kantor berita Al Mayadeen melaporkan Persatuan Ulama Libanon dalam jumpa pers di Beirut, menyatakan kemenangan demi kemenangan yang diraih perlawanan di dunia Arab, telah menyebabkan para musuh melampaui batas mereka dengan mengambil langkah-langkah yang tidak masuk akal, dan justru membongkar kedok hubungan mesra mereka dengan rezim Zionis Israel. (Baca juga: Israel Anggota Baru Liga Arab)

Pernyataan itu juga menjelaskan bahwa langkah yang diambil Dewan Kerjasama Teluk Persia dengan menyebut Hizbullah sebagai “organisasi teroris” pada hakekatnya menunjukkan kesamaan dan keserasian GCC dengan rezim Israel. Keputusan ini pun diambil setelah negara-negara yang tergabung dalam GCC melakukan pertemuan rutin dengan Israel. Sebagian pertemuan itu dipublikasikan dan sebagian lagi berlangsung secara tertutup dan rahasia.

Persatuan Ulama Libanon juga menyatakan bahwa keputusan yang dikeluarkan oleh GCC atas Hizbullah akan mengalami kegagalan, dan hal itu tidak akan mampu melemahkan gerakan perlawanan. Bahkan ini semua awal dari kehancuran mahkota dan kerajaan, yang telah menggantungkan nasib mereka kepada rezim Zionis Israel, yang kehancuran dan kebinasaannya sudah pasti. (Baca juga: Raja Bahrain; Israel Pembela Negara-Negara Arab)

Dalam pernyataannya juga ditegaskan bahwa langkah yang diambil Dewan Kerjasama Teluk Persia (GCC) ternyata telah mengungkap sisi gelap mereka dalam memberikan dukungan terhadap pendudukan Israel di Palestina.

Persatuan Ulama Libanon mengumumkan teroris dalam arti sebenarnya dan konsep yang diuraikan oleh Liga Arab pada dasarnya tidak sesuai dengan Hizbullah. Bahkan konsep teroris itu lebih sesuai diterapkan kepada mereka yang membombardir rakyat miskin Yaman, yang telah menewaskan ribuan anak-anak dan wanita yang tak berdosa.

Di akhir pernyataan itu, pernyaataan Saudi mendapat reaksi dan kecaman dari berbagai negara, bangsa dan kelompok-kelompok organisasi seperti di Irak, Libanon, Iran, Tunisia, Al Jazair, Palestina, Mesir, Yaman, Suriah, dan Rusia … atas keputusan negera-negara Teluk Persia melabeli Hizbullah sebagai “teroris”, hal ini menunjukkan kegagalan Arab Saudi dalam menekan dan memaksakan kehendaknya kepada negara-negara lain, bahkan menambah citra buruk mereka. (Baca juga: Arab Saudi Berusaha Membentuk NATO ARABI)

Sementara Gerakan Perlawanan Hizbullah Libanon masih tetap mendapat simpati hati orang-orang Arab, dan perang melawan rezim Zionis Israel akan terus berlanjut. (ARN)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: