NewsTicker

Israel Berencana Luncurkan Perang Lawan Lebanon

Senin, 07 Maret 2016

TEL AVIV, ARRAHMAHNEWS.COM – Rezim Israel berusaha untuk memulai perang baru di Lebanon setelah keputusan yang diambil oleh Arab Saudi dengan memutus bantuan multi-miliar dolar kepada militer Lebanon, sebuah laporan mengatakan.

Koran al-Akhbar yang berbasis di Beirut mengatakan pada hari Sabtu (5/03) bahwa para pejabat Amerika, yang namanya tidak disebutkan dalam laporan, telah memperingatkan Beirut bahwa rezim Zionis berencana untuk meluncurkan perang melawan Hizbullah Lebanon. (Baca juga: Persatuan Ulama Libanon Kecam Keputusan GCC Soal Hizbullah)

Amerika mengatakan kepada Lebanon “tidak memberi Israel alasan untuk memulai perang,” kata al-Akhbar, dan menambahkan bahwa para pejabat AS telah diberitahu oleh rekan-rekan mereka di Israel bahwa rezim Zionis tertarik untuk menyerang Lebanon, terutama mengingat pergeseran strategis dalam kebijakan politik Arab Saudi.

Bulan lalu, Riyadh mengatakan telah menangguhkan bantuan militer senilai USD 3 miliar kepada militer Lebanon dan USD 1 miliar kepada pasukan keamanan internal negara itu.

Bantuan itu dipotong setelah Lebanon menahan diri dari mendukung pernyataan Saudi yang anti-Iran pada pertemuan terpisah yang diadakan di Kairo dan Jeddah. (Baca juga: Masyarakat Arab Tolak Sebut Hizbullah Sebagai “Organisasi Teroris”)

Selain itu, langkah yang diambil Saudi juga dipicu kemenangan tentara Suriah, yang didukung oleh pejuang dari gerakan perlawanan Hizbullah Libanon, dalam pertempuran melawan teroris Takfiri yang berperang untuk menggulingkan pemerintah di Damaskus.

Hizbullah harus ditekan untuk tidak membuat langkah apapun yang akan “menyebabkan pengulangan dari perang tahun 2006,” surat kabar Al-Akhbar mengutip sumber-sumber Amerika.

Menurut al-Akhbar, keputusan Arab Saudi untuk menangguhkan bantuan militer dan menyatakan Hizbullah sebagai “organisasi teroris” telah “merangsang selera Israel” untuk memulai konflik baru dengan gerakan perlawanan. (Baca juga: Sekjen Hizbullah: Intervensi Darat Turki-Saudi Karena Gagalnya Teroris Dukungan Mereka di Suriah)

Israel melancarkan dua perang di Lebanon pada tahun 2000 dan 2006. Sekitar 1.200 warga Lebanon, yang sebagian besar warga sipil, tewas selama perang 33-hari di musim panas 2006.

Pada kesempatan kedua, para pejuang Hizbullah memberi tanggapan setimpal dengan tindakan-tindakan rezim Tel Aviv, hingga memaksa militer Israel mundur tanpa mencapai tujuannya.

Rezim Tel Aviv terpaksa melakukan kampanye psikologis terhadap Hizbullah untuk menebus fiascos dalam dua perang di Lebanon.

Selain itu, Israel melanggar wilayah udara Lebanon hampir setiap hari dengan mengirimkan pesawat mata-mata. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: